NASIONAL

Wali Kota Palembang Ingin 22.000 Sambungan IPAL Terpasang

EkbisNews.com, PALEMBANG – Wali Kota Palembang Harnojoyo mengharapkan pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang yang didanai Pemerintah Australia dapat selesai tepat waktu dengan 22.000 sambungan ke rumah tangga dan industri.

Harapan Harnojoyo tersebut diisampaikan pada rapat koordinasi bersama Facility Director  KIAT Steven Chaytor  dan Deputy Director  Jim  Coucovinin membahas kelanjutan pembangunan IPAL perkotaan hibah  Pemerintah  Australia tersebut, Kamis (11/4) di rumah dinas Wali Kota Palembang. “Bila bisa terpasang seluruhnya sebanyak 22.000 sambungan sesuai kapasitas tentu akan lebih efisien,” katanya.

Untuk merealisasikan IPAL tersebut selesai Pemerintah Kota Palembang menurut Harnojoyo akan mempersiapkan segala upaya dalam mempersiapkan IPAL. “Pemerintah Kota Palembang juga akan mempersiapkan regulasi terkait operasi IPAL serta regulasi tentang penunjukan PDAM sebagai operatornya,” ujarnya.

Lihat Juga  kalangan Milenial Bakal Jadi Direktur Telkom

Sementara Director  KIAT Steven Chaytor mengatakan, “Proyek IPAL Kota Palembang telah terlaksana sangat bagus. Kami mengharapkan pembangunan serta pengoperasian IPAL tersebut dapat berjalan sukses. Hari ini kita lakukan evaluasi tentang pelaksanaan proyek IPAL, serta upaya menyiapkan sumberdaya manusia Palembang pengoperasiannya.”

Steven Chaytor menjelaskan, hasil rapat dengan Wali Kota Palembang Harnojoyo akan dilaporkan kepada Duta Besar Australia sebelum mereka meninjau langsung pelaksanaan proyek yang ada di di Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang.

Sebelumnya ground breaking IPAL tersebut telah dilakukan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) saat dijabat Alex Noerdin bersama Wali kota Palembang Harnojoyo dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigsosn pada 22 November 2018.

Lihat Juga  Pemkab Muba dan Baznas Bedah Rumah Warga Lais

Menurut Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson, pembangunan instalasi atau IPAL di Palembang didanai secara bersama-sama oleh Australia dan lndonesia dengan dana Rp1,2 triliun.

Menurut Wali Kota Palembang Harnojoyo, proses perjuangan meraih hibah Pemerintah Australia untuk pembangunan IPAL di Sei Selayur butuh waktu cukup panjang, sejak 2012 lalu dan melalui tahapan seleksi bersama kota-kota lain di Indonesia.

“Pembangunan IPAL ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palembang dalam menangani permasalahan limbah, juga memang sudah menjadi harapan masyarakan sejak lama. Kita sangat serius dalam menangani permasalahan limbah, khususnya limbah dari hilir sampai ke hulu Kota Palembang,” kata Harnojoyo.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button