Uncategorized

Tiket Mahal, Gerai di Bandara SMB II Palembang Rugi dan Tutup

EkbisNews.com, Palembang – Harga tiket pesawat yang dinilai masih kemahalan berimbas pada melesunya masyarakat mengunakan jasa penerbangan hal ini terlihat pada aktifitas di Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang.

Akibat terjadinya penurunan penumpang, Sebanyak 40 gerai (tenant) rugi hingga 50 persen dan dua diantaranya telah tutup totatl.

Hal ini disampaikan langsung Asisstant  Manager Off Commercial PT Angkasa Pura II  Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Riski Indra Budiman, Jumat (14/06/2019) malam.

“Omset terjadi di awal tahun sampai dengan mudik lebaran, terjadi penurunan sekitar 40-50%, dan tergantung dari mata dagang yang dijual juga,” ujarnya.

Menurut Riski, masalah penurunan omset ini masih disebabkan tingginya tarif tiket pesawat terbang dan juga pengaruh diberlakukannya bagasi berbayar.

Lihat Juga  Herman Deru Melepas Ekspor Komuditas Pertanian Sumsel

Mayoritas tenant-tenant yang mata jualnya adalah makanan dan minuman meski mengalami penurunan masih bisa bertahan, sedangkan yang bukan makanan langsung tutup.

“Ada 2 buah tenant yang langsung Drop dan Tutup, salah satunya tenant yang mata jualnya adalah batik, kemungkinan di seluruh bandara juga sama,” ujarnya.

Solusi yang diberikan Angkasa Pura untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi pengelola tenan yaitu dengan menyesuaikan tarif penyewaan sesuai dengan pergerakan penumpang.

Selain 2 tenant yang langsung drop, satu tenant lagi yang paling merasakan penurunan omset drastis yakni tenant Securitech Wrapping.

“Omset dari tenant-tenant yang ada di Bandara in line atau beriringan dengan pergerakan penumpang, semakin banyak penumpang maka semakin banyak peningkatan potensi peningkatan omset dari tenant-tenant begitupun sebaliknya,” jelasnya.

Lihat Juga  Menteri Keuangan Sri Mulyani Akui Penerimaan Pajak Semakin Berat

Sejumlah tenant membenarkan penurunan omset drastis tersebut, petugas tenant Securitech Wrapping (jasa pengemasan barang) Rully Ariansyah mengatakan, tempatnya adalah yang paling merasakan dampak dari kenaikan tarif pesawat.

“Hari-hari biasa turun omset, ramai saat lebaran saja, ini saja sudah mulai sepi lagi, kami mengalami kerugian hingga 70 persen atau kalau dalan bentuk uang mencapai puluhan juta,” kata Rully Dikutip dari globalplanet.news

Jelsi salah satu pegawai di Roti’O menyampaikan bahwa mulai Februari pihaknya mengalami omset penurunan. Bahkan pihaknya pun harus berhati-hati dan memperhitungkan tentang jumlah roti yang akan dijual.

“Dalam produksi kami sedikit menahan pembakaran roti, jangan sampai produksi semakin jelek kalau tidak ada yang membeli,” ujarnya

Editor : Handoko Suprianto

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button