NASIONAL

Tangani Covid-19 Dokter sampai Cleaning Service di Muba Dapat Reward

Dokter Mendapat Maksimal Rp15 Juta

EkbisNews.com, Sekayu – Banyaknya tenaga medis dan dokter yang jatuh sakit dan meninggal dunia dalam menangani pasien Covid-19 membuat keprihatinan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex.

Tak ingin hal yang sama terjadi pada para tenaga kesehatan atau medis di Muba, Bupati Dodi Reza Alex memberikan perhatian serius pada keselamatan mereka dalam menjalankan tugasnya.

Dodi Reza Alex tak ingin para tenaga kesehatan dari dokter, perawat, staf administrasi sampai anggota satuan pengamanan (satpam) dan cleaning service yang bertugas di rumah sakit menjadi korban. “Mereka ujung tombak sekaligus benteng terakhir melawan Covid-19,” katanya.

Menurutnya dalam penanganan pandemi Covid-19 negara harus hadir di tengah rakyat yang susah, negara juga menjamin paramedis dengan fasilitas yang lengkap dalam melawan Covid-19. Guna mencegah penularan, untuk semua tenaga medis yang bertugas melawan virus Covid-19 Pemerintah Kabupaten Muba menyediakan fasilitas APD (alat pelindung diri) sesuai standar protokol Covid-19.

“Kami siapkan juga suplemen vitamin guna meningkatkan sistem imunitas. Fasilitas makanan bergizi secara teratur yang berguna untuk meningkatkan imunitas para tenaga medis. Juga disediakan fasilitas berobat sampai sembuh yang terbaik kami berikan kepada mereka,” kata bupati peraih delar doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

Selain fasilitas berobat mereka juga mendapat santunan hingga Rp25 juta bila terinfeksi serta asuransi BPJS Tenaga Kerja santunan akibat kerja dan santunan gugur dalam sebesar tugas Rp50 juta ditambah jaminan kematian dari BPJS Tenaga Kerja.

Mendengar adanya kabar tentang tenaga medis yang dikucilkan dan sampai diusir tetangganya di daerah lain, hal ini juga menjadi perhatian Bupati Muba. “Membaca berita ada tenaga medis yang diusir oleh tetangganya, kami juga mengantisipasi dengan mempersiapkan wisma atlet untuk tempat tinggal dan istirahat bagi tim yang menangani Covid secara langsung,” ujarnya.

Lihat Juga  Pusri Suplai Oksigen Pasien Covid-19 ke Jakarta dan Bandung

Tak hanya fasilitas dan santunan yang disiapkan bagi para tenaga kesehatan yang bertugas menangani pandemi Covid-19, Bupati Muba juga mempersiapkan insentif untuk mereka yang bersumber dari APBD Muba.

“Dengan pertimbangan pada masa pandemi Covid-19 ini semua pegawai RSUD Sekayu tidak ada yang work from home. Mereka semua bertugas melayani pasien baik pasien terduga Covid-19 ataupun non Covid sehingga semua berpotensi terinfeksi Covid-19,” ungkapnya.

Reward berupa insentif tersebut menurut Bupati Dodi Reza Alex, sebagai bentuk upaya Pemkab Muba memberikan semangat bagi tenaga medis maupun non medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19. “Insentif ini diberikan menggunakan APBD Muba. Kami berharap bisa sedikit menghilangkan rasa lelah mereka yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 di Muba.”

Menurut Direktur RSUD Sekayu Makson Parulian Purba, selama April hingga Juni semua stafnya mendapatkan perhatian besar dari Bupati Muba dengan mendapatkan insentif. Besarannya sangat tergantung, smua dihitung dari komponen TPP dan keaktifan terlibat dalam kegiatan penangganan Covid-19.

“Dokter spesialis bisa mendapat insentif maksimal Rp15 juta bila aktif dalam penanganan Covid-19, dokter umum bisa Rp10 juta. Begitu juga staf manajemen bisa mendapat Rp5 juta, perawat Rp5 juta, Satpam Rp1,5 juta, petugas cleaning service Rp750 ribu, pegawai administrasi Rp900 ribu dan petugas penunjang lainnya bisa mendapatkan Rp4 juta. Prinsipnya 50 persen TPP ditambah penilaian keaktifan,” kata Makson.

Makson Parulian bersama tenaga medis di RSUD Sekayu menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas perhatian Bupati Dodi Reza Alex atas apresiasi yang diberikan kepada petugas RSUD Sekayu sebagai garda terdepan sekaligus benteng pertahanan terakhir di Muba dan penanganan pandemi Covid-19.

Lihat Juga  Setelah Layani Arus Mudik 2019, Tol Kapalbetung Kembali Ditutup

Di RSUD Sekayu ada sekitar 960 tenaga medis dan non medis yang terlibat dalam penanganan wabah Covid-19. Mereka disiapkan dana oleh Bupati Dodi sebesar Rp6.296.560.000 untuk masa tiga bulan pencairan insentif.

“Insentif yang diberikan variatif, ada tenaga medis atau dokter yang insentif maksimal mendapatkan Rp15 juta dan ada juga yang mendapatkan insentif minimal Rp1,4 Juta,” ujar Direktur RSUD Sekayu.

Insentif tidak hanya bagi mereka yang berstatus ANS di RSUD Sekayu tetapi kepada pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai harian lepas, magang mulai dokter spesialis hingga tenaga cleaning service.

Syaphri Putra Wangsa seorang dokter spesilias tim penanganan Covid-19 RSUD Sekayu menyampaikan terima kasih atas reward yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza. “Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza, ini sangat berarti bagi kami tenaga medis yang menangani Covid-19,” ujarnya.

Tak urung penanganan pandemi Covid-19 di Musi Banyuasin mendapat apresiasi dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Para wakil rakyat Sumsel yang tergabung dalam Pansus I DPRD bersama Ketua DPRD RA Anita Noeringhati, 22 April 2020 berkunjung dan melihat langsung penanganan pandemi penyakit yang belum ada vaksinya tersebut.

“Kami DPRD Sumsel menyampaikan apresiasi kepada Bupati Muba atas sambutan dan penjelasannya. Apa yang kami dapatkan pada kunjungan kerja hari ini bisa menjadi bekal kami untuk diberikan kepada kepala daerah lain yang akan kunjungi nanti supaya dapat melakukan seperti yang dilakukan Bupati Muba dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Ketua DPRD Anita Noeringhati.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button