NASIONAL

Semburan Lumpur Illegal Drilling di Muba Berhasil Ditutup

EkbisNews.com, Bayung Lencir — Illegal Drilling kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Akibat praktek ilegal di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir memicu semburan lumpur yang merusaka lingkungan dan perkebunan warga. Semburan lumpur dari pengeboran tersebut mencapai tinggi 30 meter.

Untuk mengatasi dan menutup semburan lumpur tersebut Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin berkirim ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta menutup sumber semburan lumpur tersebut supaya tidak meluas.

Selain berkirim surat Pemerintah Kabupaten Muba melalui petugas dari dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Muba bersama petugas Pertamina EP Asset I Jambi dan Pertamina EP Asset I Ramba, Senin (22/7) berhasil menutup lokasi semburan gas bercampur lumpur yang terjadi sejak 19 Juli 2019. “Setelah melakukan penutupan sejak dinihasi, sekita pukul 06.30 WIB semburan tidak terjadi lagi,” kata Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir.

Lihat Juga  Harga Gula dan Minyak Goreng Melonjak di Pasaran

Akhmad Toyibir menjelaskan, dengan pengarahan Pertamina EP dan berdasarkan prosedur dan sistem penanggulangan yang berlaku dibuat tanggul menggunakan alat berat eksavator sekitaran sisi luar areal lahan yang tercemar lumpur. “Pembuatan tanggul untuk mengantisipasi melebarnya pencemaran oleh lumpur akibat semburan sumur,” ujarnya.
Areal lahan yang terkena pencemaran limbah lumpur diperkirakan mencapai 150 x 150 meter yang di dalamnya terdapat tanaman kelapa sawit dan sungai.

Sementara itu menurut Kepala Dinas LH Andi Wijaya Busro, selain melakukan penutupan lumpur juga mengambil sampel lumpur untuk dilakukan pengujian di laboratorium guna mengetahui kandungan lumpur tersebut.

Lihat Juga  Pj Gubernur Agus Fatoni Launching Perbaikan RTLH dan Pemberian Sanitasi Secara Serentak se-Sumsel

Selain melakukan penutupan, anggota Polsek Banyung Lencir juga melakukan pengamanan lokasi semburan lumpur dan menyita sebagian barang bukti terkait dugaan tindak pidana illegal drilling.

Menurut Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Andi Arie, SKK Migas telah menerima laporan dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas yang terdekat dari lokasi semburan, Pertamina Hulu Energi Jambi Merang dan Pertamina EP Asset 1 Jambi. “Semburan lumpur tidak teridentifikasi adanya gas H2S yang berbahaya, yang teridentifikasi hanya lumpur dan batuan,” ujarnya.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button