Bisnis

PTBA Punya Zona Ekonomi Khusus di Muara Enim

EKBISNEWS.COM, PALEMBANG – PT Bukit Asam (PTBA) Tbk kini memiliki zona ekonomi khusus bernama Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone (BACBSEZ) di Kabupaten Muara Enim. Di lokasi tersebut akan dibangun dan beroperasi industri hilirisasi batu bara.

Tiga menteri dari kabinet kerja, Minggu (3/3) datang ke Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA) Tbk Arviyan Arifin meresmikan pembangunan hilirisasi batu bara di komplek //Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone// (BACBSEZ).

Pencanangan industri hilirisasi batubara di BACBSEZ ditandai dengan penekanan tombol oleh tiga menteri bersama Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin dan Direktur Utama BUMN lainnya juga dihadiri Bupati Muara Enim Ahmad Yani.

Menurut Dirut PTBA Arviyan Arifin, peresmian pembangunan pabrik hilirisasi batu bara tersebut kelanjutan dari Head of Agreement Hilirisasi Batubara yang telah ditandatangani oleh PTBA, Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan Chandra Asri Petrochemicals.

Lihat Juga  Pabrik NPK II Beroperasi Daya Saing PT Pusri Menguat

“Melalui teknologi gasifikasi batu bara kalori rendah akan diubah menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. Teknologi ini akan mengkonversi batu bara muda menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi Dimethyl

Ether atau DME sebagai substitusi LPG, urea sebagai pupuk, dan polypropylene sebagai bahan baku plastik,” kata Arviyan Arifin.

Menurut Arviyan, PTBA ke depan ingin menciptakan nilai tambah, mentransformasi batubara menjadi ke arah hilir dengan teknologi gasifikasi, dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batubara. “Diharapkan akan semakin menguntungkan perusahaan,”  ujarnya.

Di kawasan Bukit Asam Coal Based Special Economic Zone saat ini akan dibangun empat komplek pabrik untuk mendukung proyek hilirisasi meliputi komplek pabrik coal to syngas, komplek pabrik syngas to urea, komplek pabrik syngas to DME, dan komplek pabrik syngas to polypropylene.

Lihat Juga  Kembali Pecahkan Rekor, Harga Emas Antam Tembus Rp809 ribu per gram

“Pabrik gasifikasi batu bara ini direncanakan mulai beroperasi

pada November 2022 dan diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400 ribu ton DME per tahun, dan 450 ribu ton polypropylene per tahun,” kata Arviyan Arifin.

Pada kesempatan itu PTBA juga menyalurkan bantuan CSR kepada masyarakat Tanjung Enim dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Bantuan CSR berupa bantuan program elektrifikasi untuk keluarga tidak mampu atau yang belum memiliki listrik di kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Agung, dan Muara Enim. Bantuan Iuran program BPJS,  beasiswa pendidikan Ayo Sekolah dan beasiswa Bidiksiba, bantuan pembangunan SD dan SMP Bukit Asam dan pembangunan Panti Asuhan Al Barokah serta bantuan mobil pemadam kebakaran dan mobil rescue kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Editor: Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button