Olahraga

PT LIB Sampaikan Permohonan Maaf Atas Insiden Bus Sriwijaya FC Mogok

EkbisNews.com, Palembang– Menanggapi adanya laporan mogoknya bus angkutan Sriwijaya FC yang disediakan panitia, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 2 2019 melayangkan surat permohonan maaf Kamis (14/11/2019). Dalam surat bernomor 439/LIB/XI/2019 dan ditanda tangani Direktur PT Liga Indonesia Baru, Dirk Soplainit secara resmi meminta maaf Manajemen Klub Sriwijaya FC.

“Sehubungan dengan pelaksanaan babak perempatfinal Liga 2 2019 dan adanya laporan dari perangkat pertandingan pada pertandingan Mita Kukar versus Sriwijaya FC terkait adanya ganguan mogok pada moda transportasi yang akan digunakan oleh tim Sriwijaya FC bersama ini PT Liga Indonesia Baru menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas ketidaknyamanan dan akan berkomitmen agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” tulis Dirk Soplainit dalam surat yang diterima Manager Tim Sriwijaya FC H Hendri Zainuddin SAg SH.

Lihat Juga  Juventus Minta Suntikakan Dana untuk Bawa kembali Pogba dari Setan Merah

Hendri yang juga Wakil Dirut PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen klub Sriwijaya FC sempat menyesalkan kejadian apes jelang keberangkatan menghadapi laga kedua melawan Mitra Kukar Tenggarong babak 8 besar Liga 2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (13/11/2019), bus angkutan Tim SFC mogok sekitar pukul 13.52.

Beruntung pertandingan baru akan dimulai pukul 15.30 dan jaraknya tak terlalu jauh dari penginapan tim SFC, yakni Hotel The Sun City Sidoarjo.

Manajer, pelatih, ofisial dan para pemain terlihat membantu mendorong bus berwarna biru berharap mesin kendaraannya nyala.

Manajer Tim SFC H Hendri Zainuddin SAg SH menyesalkan kejadian ini dan berharap ke depannya pihak panitia menyiapkan angkutan yang lebih layak dalam menjamu tamunya.

Lihat Juga  21 Atlet Muba Siap Berlaga di PON XX Papua

“Nasib. Harusnya panitia menyiapkan mestinyanya menyiapkan bus yang layak. Bus mogok. Untung stadion dengan hotel kita gak terlalu jauh, jadi jalan kaki,” ungkap Hendri.

Menanggapi adanya para pemain ikut membantu dorong bus, hingga rela jalan kaki menuju stadion, menurutnya itu sebagai kepedulian berupaya mencarikan solusi.

“Pemain kan ingin cari solusi agar mobil. Kali saja baterai accunya yang aus. Gak taunya setelah didorong juga masih mogok. Itu anginan, baso dusun kito tuh susah. Makanya kita putuskan jalan kaki ke stadion,” pungkasnya.

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button