Syariah

Ponpes Salamun Aitam di Muba Gratis untuk Santri Yatim Piatu

EkbisNews.com, Sekayu — Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) khususnya di Kecamatan Sekayu telah berdiri sebuah pondok pesantren Islam Terpadu (Ponpes IT). Ponpes tersebut diberi nama Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol.

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex memfasilitasi pembanguan pesantren yang berdiri di Kecamatan Sekayu tersebut. Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol berdiri di atas lahan seluas enam hektare.

Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol dibangun untuk para santri yang berasal dari para dhuafa dan anak yatim piatu. Ponpes yang mulai beroperasi sejak Juni 2018 menurut Bupati Dodi Reza Alex Noerdin khusus bagi santri yang kurang beruntung mengenyam pendidikan. “Semuanya di sini gratis,” katanya.

Bupati yang meraih penghargaan Bapak Santri 2017 dari Forum Pondok Pesantrean Sumatera Selatan (Fopress) mengingin para yatim piatu dan dhuafa di Muba bisa ditempatkan di posisi yang mulia seperti pada Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol.

“Semua biaya pendidikan di sini kita tanggung. Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Ini merupakan salah satu bagian pelaksanaan visi misi ‘Membangun Umat Berbasis Agama,” ujar Dodi Reza Alex.

Lihat Juga  Musibah itu Datang karena Ulah Manusia

Menurut mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR, program pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam di Kecamatan Sekayu bertujuan untuk memenuhi pembinaan umat di kawasan Muba wilayah Barat. “Selama ini pembangunan pondok pesantren sudah banyak menyebar di wilayah Muba bagian lain,” katanya.

Pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol di Sekayu sebagai bagian memperbanyak keberadaan tempat pendidikan berbasis Islam sehingga ilmu agama anak-anak di Kabupaten Muba semakin lebih baik.

Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol untuk tahap awal difokuskan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan tahap pertama baru dikhususkan santri putra. Pada tahun ajaran 2018 akan dibuka kesempatan untuk penerimaan 240 siswa secara bertahap. Pada 2019 telah dialokasikan 60 tempat bagi santri baru.

“Bagi santri yang berminat untuk menjadi dokter nantinya setelah tamat akan mendapatkan prioritas untuk diterima pada program santri jadi dokter atau SJD,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Pada tahun ajaran 2091 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol yang menerima 60 orang santri dari seluruh wilayah Kabupaten Muba. Program kegiatan pendidikan pagi dilaksanakan sebagaimana peserta didik SMP IT di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba, kemudian program sore dan malam dilaksanakan kegiatan pesantren atau pembinaan keagamaan.

Lihat Juga  Menteri LHK Resmikan IPAL Ponpes Darul Hijrah Martapura

Sebagai Ponpes hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa merupakan yang pertama di Sumatera Selatan dengan menggratiskan biaya selama santri mondok. “Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol akan menggratiskan semuanya, selama mondok semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba,” ujar Dodi Reza Alex.

Sebagai pondok pesantren yang yang pertama di Sumsel menggratiskan semua biaya, Ponpes IT Salamun Aitam Idol mengratiskan biaya, mulai dari biaya sekolah, sarana dan prasarana guru, pakaian makanan.

“Tempat belajar mengajar anak-anak yatim dan dhuafa di Ponpes Salamun Aitam ini kita buat senyaman mungkin. Pesan saya agar mereka, anak-anak kita yang selama ini hidup sebagai yatim piatu dan dhuafa dapat dibina dengan baik, fasilitas jangan dikurangi, berikan gizi serta pakaian terbaik bagi para santri,” pesan Bupati Dodi Reza Alex.

Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Sumsel Abdullah Idi mengapresiasi gagasan Bupati Dodi Reza Alex tersebut. Menurut guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, program ponpes yang diperuntuhkan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin sangat baik dan bermanfaat. “Itu terobosan terbaik. Kita apresiasi sekali dan dukung,” katanya.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button