Uncategorized

Petani Kopi di Pagaralam Diminta Panen Sistem Petik Merah

EkbisNews,.com, Pagaralam -Pemerintah Kota Pagaralam memberikan perhatian kepada petani kopi dengan meluncurkan  program 1 juta stek kopi per tahun. Program tersebut bertujuan untuk  menungkatkan hasil panen kopi di Pagaralam

Diklaim dengan sistem stek petani tidak lagi harus menunggu satu tahun sekali untuk panen. Petani bisa panen setiap minggu jika telah memberlakukan sistem stek. Namun syaratnya petani hanya melakukan sistem panen petik merah.

Sistem panen ini dinilai lebih menguntungkan petani, karena harga jual baik masih kondisi basah dan sudah diolah menjadi biji kopi lebih tinggi dari sistem biasa.

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, pemerintah akan terus menggencarkan sosialisasi sistem panen petik merah tersebut.

Lihat Juga  Sri Mulyani Waspadai Ancaman Resesi Ekonomi AS

Pasalnya hal ini dinilai akan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan sistem petik merah ini mutu biji kopi akan semakin baik. Dan kualitas kopi dari hasil petik merah juga lebih banyak digemari oleh konsumen,” ujarnya.

Selian itu harga jual juga semakin tinggi. Jika biji kopi yang menggunakan sistem petik seperti saat ini yaitu petik merah dan hijau bersamaan harga jual hanya Rp18.000 perkilogram maka dengan sistem petik merah bisa mencapai harga Rp50.000 perlilogram.

“Harganya jauh lebih tinggi jika panen petik merah. Selain itu memang kualitas kopinya akan lebih baik,” katanya.

Lihat Juga  Pupuk NPK Pusri Dongkrak Produksi Kopi dan Singkong

Saat ini sudah cukup banyak petani yang melakukan sistem petik merah dan mulai merasakan dampak keuntungan.

Hal inilah yang dilirik Pemkot Pagaralam.

Salah satu petani Kopi, Totok mengatakan, sebagai petani siap melalukan sistem petik merah yang disarankan Pemkot. Namun petani meminta Pemkot menyiapkan pasar dari hasil panen tersebut.

 

Editor :  Handoko Suprinto

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button