NASIONAL

Pertama di Indonesia Muba Jadi “Pilot Project” RP3

EkbisNews.com, Sungai Lilin – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, Rabu (9/6) berkunjung ke Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kunjungan Menteri PPPA ke Muba untuk meresmikan Pilot Project atau percontohan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di Sektor Perkebunan. Kabupaten Muba menjadi daerah pertama percontohan RP3.

“Kabupaten Muba, kami Kementerian PPPA salut dengan daerah ini yang sangat nyata implementasinya dalam perlindungan perempuan dan anak. Hari ini resmi, Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan atau RP3 pada sektor perkebunan pertama di Indonesia ada di Kabupaten Muba,” kata Menteri Puspayoga.

Menteri PPPA yang didampingi Bupati Muba Dodi Reza Alex dan Ketua Tim Penggerak PKK Thia Yufada juga Daycare Ramah Anak Taman Asuh Gembira (TARA) di PT Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin.

Menurut Menteri PPPA Puspayoga, para pekerja, khususnya pekerja perempuan, sangatlah rentan mengalami segala bentuk tindakan kekerasan dan diskriminasi seperti sulit mendapatkan hak untuk berserikat, hak cuti hamil, cuti haid, hubungan industrial yang tidak adil serta hak perlindungan dan keselamatan kerja.

“Ini disebabkan karena banyak di antara mereka yang belum memahami hak-hak pekerja perempuan, serta merasa takut, malu dan tidak mengetahui tempat untuk melapor ketika mengalami kekerasan ataupun diskriminasi di tempat kerja,” ujarnya.

Lihat Juga  Babel Muba United Mengarungi Liga 2 Tanpa Dana APBD

Sementara itu Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan, “Berdirinya proyek RP3 ini memberikan jaminan kepada masyarakat Musi Banyuasin, khususnya pekerja perempuan, bahwa sudah terdapat fasilitas untuk meningkatkan perlindungan pekerja perempuan dari setiap bentuk kekerasan dan diskriminasi di tempat kerja. Pemerintah daerah akan terus mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.”

Menurut Dodi, realisasi keberadaan RP3 ini juga merupakan langkah konkret Pemkab Muba dalam menerapkan kesetaraan gender di Muba khususnya di sektor pekerja perempuan di Muba.

“Dengan keberadaan RP3 ini kami memastikan pekerja perempuan mendapatkan akses yang baik dan setara dalam pengembangan kapasitas dan promosi kerja, memberikan kebijakan hak reproduksi bagi pekerja perempuan seperti cuti haid, cuti melahirkan dan cuti keguguran dan lain sebagainya,” ujar Bupati Dodi.

Pejabat Sementara Presiden Direktur PT Hindoli Anton Asmara mengatakan, “Perusahaan bangga dan berterima kasih kepada Kementerian PPPA dan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang telah memilih PT Hindoli sebagai institusi pertama yang melaksanakan proyek percontohan RP3 di sektor perkebunan.”

Lihat Juga  Membangun Kabupaten Muba dengan CSR Migas

Menurut Anton, Cargill memahami bahwa meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak – termasuk industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. “Kami berharap proyek percontohan RP3 ini dapat ditiru oleh perusahaan swasta lainnya, sehingga seluruh pekerja perempuan memiliki tempat yang aman dan efektif untuk secara terbuka menyampaikan keluhan atau pengalaman yang tidak menyenangkan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke PT Hindoli, Menteri Bintang Puspayoga meresmikan Taman Asuh Ceria (TARA) yang pertama di Indonesia, yang telah memenuhi persyaratan standarisasi KPPPA. Fasilitas ini memberikan layanan dalam memenuhi kebutuhan pengasuhan anak-anak saat orang tua bekerja, termasuk saat para ibu bekerja. Dengan TARA, Cargill dapat memberikan pengasuhan sesuai hak anak-anak sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap orang tua yang bekerja dan anak-anak.

Peresmian PR3 tersebut juga hadiri Ketua Gapki Indonesia Sumarjono Saragih, Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya  dan Camat Sungai Lilin Agus Kurniawan.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button