Oleh aminuddin
Pemerhati Keislaman
Saudara-saudaraku yang dikasihi Allah SWT…
BETAPA banyak saudara kita yang lupa kepada orangtuanya, bahkan berbuat dzhalim, hidup mereka ti dak selamat di dunia dan akherat.
Betapa banyak saudara kita yang memuliakan orangtuanya, bahkan tak pernah sedikit pun menghardik mereka, hidupnya bahagia dan se lalu dilimpahi rezeki yang berlim pah.
Jadi wahai saudara-saudaraku ya ng dicintai Allah SWT, mari di bulan puasa ini kita bersama-sama me muliakan kedua orangtua kita.
Ini semua kita lakukan antara lain agar ibadah puasa yang kita jalan kan lebih berkah dan bermakna.
Tentu ada banyak cara kita memu liakan kedua orangtua. Beberapa di antaranya sebagai berikut :
1. Berbuat baik
”Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah perkataan yang baik” (Al-Isra: 23).
Muawiyah bin Jahimah mendatangi Rasulullah SAW,” Wahai Rasulullah, aku hendak berperang, aku minta pendapat engkau”.
Rasulullah SAW menjawab dan berkata, “Apakah engkau mempunyai ibu?”
“ Ya”, jawab Muawiyah.
Lalu Rasulullah SAW bersabda. “Berbuat baiklah kepadanya. Sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya.” (HR Ath- Thabrani)
2. Menepati janji dan nazar yang pernah diikrarkan orangtua
Rasulullah SAW bersabda tentang cara berbakti kepada orangtua yang telah wafat. ”Y dengan mengirim doa (mendoakan) dan memohon ampunan kepada Allah, menepati janji dan nazar yang pernah diikrarkan orangtua, memelihara hubungan silaturahmi serta memuliakan kawan dan kerabat orangtuamu.“ (HR Imam Abu Daud)
3. Berbakti kepada kedua orangtua
Abdullah (bin Mas’ud) ra berkata, “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama).
Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’.
Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’
Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orangtua.’
Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’?
Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah‘.” (HR Bukhari dan Muslim)
4. Melakukan apa yang mereka ridhai
Rasulullah SAW bersabda, “Ridha Allah berada pada ridha orangtua dan murka Allah berada pada murka orangtua.” (HR Tirmidzi dan Al Hakim).
5. Tidak mencela
Mencela orang lain merupakan hal yang sangat buruk dan dibenci oleh Allah SWT. Apalagi jika yang dicela itu adalah kedua orangtua.
“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orangtuanya dengan cara dia mencela ba paknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
6. Berbuat baik kepada teman dan sahabat orangtua
Menyambung tali silaturahmi dengan teman dan para sahabat dari mendiang ayah ketika sudah meninggal merupakan salah satu hal yang baik dalam Islam.
“Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal.” (HR. Muslim)
7. Mendoakan
Mendoakan kedua orangtua merupakan cara paling umum dan paling sederhana. Namun, ini ampuh untuk memuliakannya.
Berikut ini doa yang bisa dilafalkan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku. Baik ibu maupun bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”
8. Memberikan harta yang mereka miliki
Mulai dari harta yang dikeluarkan orangtua hingga rasa lelah yang tiada tara, jasanya tak dapat diukur dengan apa pun.
Wahai saudara-saudaraku yang dikasihi Allah SWT..
Banyak kisah generasi salaf soal ketaatan mereka kepada orang tua dapat kita ambil hikmahnya.
Berikutnya 7 kisah di antaranya..
1. Ali bin Hassan
Dia biasa tidak makan bersama orang tuanya. Ketika dia ditanya mengapa hal itu dilakukan, lantas ia menjawab:
“Mungkin di tanganku ini ada sepotong makanan yang lebih baik dari yang ada di suapanku dan mereka (orang tua) berharap itu. Jika saya memakannya, maka saya merendahkan hak mereka.”
2. Muhammad bin Sirin
Dia biasa merendahkan suaranya saat berbicara kepada ibunya. Dan dia berbicara seolah-olah seperti menjadi orang yang sedang mendengar. Sehingga siapa pun yang melihatnya, maka akan menganggap Muhammad bin Sirin sedang sakit.
3. Iyas bin Muawiyah
Menangis saat ibunya wafat. Sa at ditanya mengapa menangis, dia menjawab:
“Aku unya dua pintu yang terbuka untuk ke surga, dan salah satunya tertutup.”
4. Said bin Sufyan Ats-Tsauri
Dia selalu tanggap saat dipanggil oleh sang ayah dan langsung menemuinya.
Dia mengatakan:
“Jika ayahku memanggil, dan aku sedang shalat, maka aku potong shalatku, untuk menjawab panggilan ayahku.”
5. Abdullah bin Umar
Melihat seorang pria sedang mengelilingi Ka’bah sambil menggendong ibunya.
Pria itu berkata, “Wahai Ibnu Umar, apakah kamu meminta pekerjaan seperti ini kepada ibuku?”
Lantas dijawab Ibnu Umar, “Tidak, tidak dengan satu kesempatan, tetapi kamu melakukannya dengan baik, dan Allah SWT akan memberimu hadiah lebih banyak.”
6. Abu Hurairah
Dia biasa berdiri di depan pintu ketika dia ingin meninggalkan rumah.
Lalu berkata, “Keselamatan dan rahmat Allah SWT menyertaimu wahai ibu.”
Abu Hurairah juga mengatakan kepada ibunya, “Semoga Allah SWT mengasihanimu, ibu, sebagaimana engkau membesarkanku di masa kecil.”
7. Jafar berkata bahwa suatu kali dia mendengar Urwah bin Zubair (anak dari Asma binti Abu Bakar) berdoa dalam sujudnya dan berkata:
“Ya Allah, ampuni Zubair bin Awwam dan Asma binti Abu Bakar.”
Wallahu a’lam bishshawab.
_________
Sumber bacaan :
1. Republika co. id
2. IDN Times