KOLOM

Mengukur Keberkahan Umur yang Panjang

Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim." (HR. ِBukhari dan Muslim)

Oleh: Bangun Lubis I Wartwan EkbisNews.com

“Umur umatku berkisar antara 60 sampai 70, amat sedikit dari mereka yang lebih dari itu.” (HR. Al-Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung silaturahim.” (HR. ِBukhari dan Muslim)

Pernah ada seorang sahabat, ketika berjalan bersama, lalu mengucapkan sepenggal do’a. “Ya Allah, panjangkanlah umurku.” Kontan seorang diantaranya, mengatakan, jangan ucapkan kalimat seperti itu. “Sebutlah agar selain panjang umur juga Allah memberikan berkah dalam umurmu,”ujarnya.

Umur bertambah beserta tanda-tandanya, dianalogikan  sebagai pesan dari Allah SWT.  Sudah seharusnya manusia yang semakin bertambah umurnya peka akan pesan dari Allah tersebut. Seperti uban, tubuh yang mulai melemah, tua, dan lain-lain itu tanda dan peringatan dari Allah.

Manusia perlu menyadari dengan bertambahnya umur, peringatan Allah semakin nyata. Bila mengingat sabda Rasul bahwa manusia yang lebih baik dari hari kemarin maka dirinya beruntung, jika sama saja berarti merugi, dan bila lebih buruk, celaka.

Pesan atau peringatan dari Allah wajib dibalas manusia. “Kita harus balas peringatan atau pesan Allah dengan ketaatan kita. Laksanakan perintah dan jauhi larangan-Nya.  Aa Gym dalam salah satu artikelnya mengatakan ada 7 tanda kebahagiaan hidup.

Selalu bersyukur kepada Allah SWT, memiliki pendamping hidup shalih dan shalihah, memiliki anak yang shalih (shalihah), memiliki harta yang berkah, tidak memiliki utang, ilmunya bermanfaat dan umurnya berkah.

Lihat Juga  Meraih Kemenangan Di Bulan Suci Ramadhan

Umur yang barokah tidak sama dengan usia yang panjang. Salah satu ciri umur yang barokah adalah tiap detik waktunya sangat berharga dan tidak ada yang sia-sia. Usianya banyak digunakan untuk beribadah pada Allah SWT, beramal dan berdakwah. Menebarkan manfaat kepada siapa saja. Bergaul dengan orang-orang yang shalih. Tidak ada waktu baginya kecuali amal, amal dan amal.

Ya Allah…Berikanlah aku keberkahan, kebaikan dan keselamatan dalam hidup ini. Dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Mu. Dan tak jemu menebarkan semangat kebaikan agar umurku berkah dan bermanfaat.

 Umur Berkah

Meski Umur termasuk perkara ghaib, beberapa ulama besar mencoba membahasnya. Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, misalnya, mengkaji masalah umur melalui karyanya, Jalan Menuju Peringatan dan Perenungan tentang Tahapan Usia yang Dilalui Manusia.

Pertama, sejak Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS dan membekalinya dengan keturunan.

Kedua, terhitung sejak seorang manusia terlahir dari rahim ibunya hingga ajal menjemput.

Ketiga, dimulai sejak kebangkitan manusia dari alam dunia melalui kematian sampai bertiupnya sangkakala Malaikat Israfil di Padang Mahsyar. Umur ketiga adalah masa penantian seseorang di alam barzakh. Keempat, berlangsung sejak seorang manusia dibangkitkan dari alam barzakh, bersamaan dengan ditiupnya sangkakala yang kedua hingga manusia melangkah di atas shirath al-mustaqim. Kelima, dimulai sejak seseorang memasuki pintu surga, atau terjatuh di jurang neraka.

Setelah melampaui fase kedewasaan, kaum muslimin memasuki fase persiapan menghadapi kematian, yakni pada usia 60 sampai 70 tahun. Sabda Rasulullah SAW, “Masa penuaan umur umatku dari 60 hingga 70 tahun”. (HR Muslim dan An-Nasa-i). Oleh karena itu , amat sangat keterlaluan orang-orang yang sudah berusia diatas 60 tahun tapi masih juga melakukan maksiat. Sabda Rasulullah SAW, “Allah SWT tidak akan menerima dalih seseorang sesudah Dia memanjangkan usianya hingga 60 tahun”. (HR Al-Bukhari).

Lihat Juga  ‘Mudik Lebaran, Bagaikan Bertaruh Nyawa’

Namun Al-Quran juga berulang kali memperingatkan akan datanya ketuaan dan kepikunan. Misalnya dalam surah An-Nahl ayat 70, “Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu. Dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, supaya tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”. Rasulullah bersabda; //“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.”// (HR. Bukhari – Muslim)

Sedangkan dalil bolehnya meminta panjang umur (asalkan dimanfaatkan dalam kebaikan) adalah hadits dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari ayahnya Abu Bakroh bahwa ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun baik amalnya.” “Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya namun jelek amalnya.” (HR. Tirmidzi). Harapan kita adalah keberkahan dari Allah dalam umum kita yang panjang.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button