SEHAT

Inilah Crosser Indonesia yang Akan Bersaing dengan Pembalap Dunia di MXGP 2019

EkbisNews.com, Palembang –  Aldi Lazaroni merupakan Crosser menjadi andalan indonesia, yang  akan bersaing  dengan crosser dunia pada ajang  kejuaraan dunia  MXGP 2019 di Palembang Sumatera Selatan  pada 6-7 Juli 2019

Aldi(28) kelahiran Yogyakarta mengatakan sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk menatap perhelatan ini dengan program latihan di kota asalnya,  Nantinya ia akan  turun dengan menggunakan husqvarna TC 450.

“Karena saya dikabarkan untuk ikut sedikit mepet jadi saya latihan rutin hanya satu bulan, tepatnya setelah lebaran,” katanya disela kegiatan Gala Dinner atlet MXGP di Griya Agung Palembang, Sabtu (6/7/2019).

Aldi menjelaskan bahwa ini menjadi tahun ketiga dirinya ikut dalam kejuaraan dunia.

Di tahun sebelumnya ia ikut di Semarang dan Pangkal Pinang dengan perolehan poin yang cukup baik. Ia berharap di tahun ini bisa kembali mendapatkan poin.

“Kalau tahun sebelumnya itu masuk ke 20 besar. Untuk target tahun ini semoga poin saya lebih meningkat dari tahun lalu.”

“Sebenarnya tidak ada target dari manapun tapi saya pribadi saya ingin bermain semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Aldi mengaku ia cukup tahu diri dengan pesaingnya di MXGP, dilihat dari kendaraan yang digunakan maupun kualitas atletnya. Namun ia berharap Pemerintah Indonesia dapat mendukung program-program otomotif di Indonesia.

“Karena kita sekarang memang ada MXGP di Indonesia, tapi saya belum merasakan dukungan dari negara sendiri.”

Lihat Juga  Sekolah Hingga Rumah di Palembang Kebanjiran

“Makanya kita maju di sini dari tim perorangan, tim swasta, bukan berdasarkan negara,”

“Tahun lalu pun ada tim merah putih tapi programnya tidak jelas. Misalnya latihan, pembalap dan lain-lain tidak jelas,” terangnya.

Ia bercerita sejak 2001 terjun di dunia balap dan sudah berlatih sejak usia 5 tahun.

 Hanya saja saat itu belum ada kelasnya di Indonesia sehingga dirinya mulai balap di usia 10 tahun.

“Mengapa saya bergabung di olahraga ini karena keluarga saya, kakak-kakak saya juga ada di olahraga ini lalu saya ikut belajar di Motocross. Saya rasa olahraga ini sangat menarik, sangat menantang dan sangat mendidik,” bebernya yang juga aktif di sepeda.

Meski pernah mengalami kerusakan pada salah satu organ tubuhnya, Aldi yang biasa menggunakan nomor 88 pada motornya itu mengaku sama sekali tak jera.

“Resiko terbesar saya, limpa saya pernah pecah,” ungkap pria asal Yogyakarta ini.

Crosser andalan Indonesia, Aldi Lazaroni bersaing dengan crosser dunia pada Kejuaraan Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) Seri Indonesia di OPI Mall MXGP Track Palembang-Banyuasin, 6-7 Juli 2019.

Pria usia 28 tahun ini mengatakan, sudah mempersiapkan diri sejak lama untuk menatap perhelatan ini dengan program latihan di kota asalnya, Yogyakarta.
Rencananya ia akan turun dengan menggunakan husqvarna TC 450.

Lihat Juga  Palembang Tingkatkan Kerjasama dengan China

“Karena saya dikabarkan untuk ikut sedikit mepet jadi saya latihan rutin hanya satu bulan, tepatnya setelah lebaran,” katanya disela kegiatan Gala Dinner atlet MXGP di Griya Agung Palembang, Sabtu (6/7/2019).

Aldi menjelaskan bahwa ini menjadi tahun ketiga dirinya ikut dalam kejuaraan dunia.

Di tahun sebelumnya ia ikut di Semarang dan Pangkal Pinang dengan perolehan poin yang cukup baik. Ia berharap di tahun ini bisa kembali mendapatkan poin.

“Kalau tahun sebelumnya itu masuk ke 20 besar. Untuk target tahun ini semoga poin saya lebih meningkat dari tahun lalu.”  dikutip dari sumsel.tribunnews.com

“Sebenarnya tidak ada target dari manapun tapi saya pribadi saya ingin bermain semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Aldi mengaku ia cukup tahu diri dengan pesaingnya di MXGP, dilihat dari kendaraan yang digunakan maupun kualitas atletnya. Namun ia berharap Pemerintah Indonesia dapat mendukung program-program otomotif di Indonesia.

“Karena kita sekarang memang ada MXGP di Indonesia, tapi saya belum merasakan dukungan dari negara sendiri.”

“Makanya kita maju di sini dari tim perorangan, tim swasta, bukan berdasarkan negara,”

“Tahun lalu pun ada tim merah putih tapi programnya tidak jelas. Misa

Editor : Handoko Suprianto

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button