Bisnis

HKTI Banyuasin Ajak Bank Indonesia Kembangkan Industri Kelapa

EkbisNews.com, Palembang — Kabupaten Banyuasin selama ini telah dikenal sebagai sentra penghasil kelapa terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Namun sayang hilirisasi produksi perkebunan kelapa di daerah itu belum tersentuh teknologi.

Permasalahan tersebut terungkap pada Privat Discussion Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banyuasin bersama Bank Indonesia (BI) cabang Palembang. Menurut Sekretaris HKTI Banyuasin Nanang Taat Suyudana, “Untuk menghembangkan perkelapaan di Banyuasin, HKTI ingin membangun mitra dengan Bank Indonesia cabang Palembang untuk sama-sama menggarap industri kelapa melalui pemberdayaan petani kelapa bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor.”

“Salah satu yang kami tawarkan dengan Bank Indonesia adalah pengembangan teknologi kopra bulat. Untuk jenis produksi ini sudah ada pasarnya atau tidak lagi kebingungan cari pasar,” ujar Nanang yang didampingi Ketua Bidang Komunikasi HKTI Fatkhurrahman.

Untuk tahap awal menurut Nanang HKTI Banyuasin ingin BI cabang Palembang bisa mendatangkan pihak IPB terutama untuk berbagi informasi dan pengetahuan sekaligus penjajakan kerjasama dalam rangka pengembangan perkelapaan di Banyuasin.

Lihat Juga  Proyek Bermasalah, Krakatau Steel Berpotensi Merugi Rp 1,2 Triliun

Sementara itu menurut seorang pebisnis kelapa Andi Ria, potensi kelapa di Banyuasin sangat menjanjikan jika digarap dengan serius dengan berbagai turunannya. “Ini bisa meningkatkan peluang lapangan kerja di Sumatera Selatan dan Banyuasin,” katanya.

Andi Ria yang juga pengurus HKTI Banyuasin mengaku telah melakukan ekspor kopra sebanyak satu kontainer setiap bulan. “Untuk memenuhi pasokan satu kontainer saya sudah kewalahan. Pembeli meminta ekspor sampai lima kontainer perbulan. Ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah jika ingin serius memberdayakan masyarakat. Selain produk kopra, pembeli juga membutuhkan arang batok kelapa dan asap cair yang mempunyai nilai tinggi,” katanya.

Menanggapi tawaran dari HKTI Banyuasin tersebut, Indra Kuspriyadi Asisten Direktur Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel mengatakan, “Selama ini BI dalam melakukan pemberdayaan selalu yang berhubungan dengan produk penyumbang inflasi di pasaran misalkan cabai, bawang, beras dan lainnya. Mengenai kelapa merupakan hal baru bagi BI dan HKTI Banyuasin yang pertama membangunkan ini yang ternyata memiliki potensi luar biasa.”

Lihat Juga  PTSP Fasilitasi Penjualan Pempek di Mini Market

Menurutnya, tawaran HKTI tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan BI untuk tindaklanjut penjajakan kerjasama ini. “Menurut potensi kelapa ini sangat baik jika dikembangkan apalagi dengan pasar yang sangat potensial,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Koperasi, Perindustrian , Perdagangan dan & UKM Kabupaten Banyuasin, luas lahan perkebunan kelapa rakyat berada di empat kecamatan mencapai 47.285 hektare (Ha) dengan jumlah produksi sebanyak 44.269 ton kelapa pada tahun 2015 lalu. Berdasarkan data BPS Sumsel 2017 jumlah luas perkebunan kelapa mencapai 65.879,00 hektare dengan produksi mencapai 57.298,00 ton.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button