LifeStyle

Hitam Putih yang Menjawab Tantangan

Oleh : Maspril Aries
Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi

Jika ingin menjadi seorang fotografer atau seseorang yang mampu mengapresiasi foto, maka keahlian dari sisi artistik saja belum cukup

Seorang teman pernah mengirim pertanyaan via WA chat. Tulisnya, “Ada apa sejak kemarin, banyak foto perempuan yang tampil dengan foto hitam putih di Instagram?  Foto mereka mengusung tagar #challengeaccepted.” Haruskah saya tertawa atau tersenyum saja mendapat pertanyaan tersebut? Saya juga melihat dan menemukan foto-foto yang sama di Instagram.

Saya memilih tidak menjawab pertanyaan itu karena banyak media online langsung banjir informasi, menjawab pertanyaan tersebut. Media-media tersebut sepertinya harus menayangkan berita tentang foto hitam putih perempuan yang membanjir laman-laman media sosial karena dianggap layak berita. Ada foto-foto perempuan top dan hebat di dunia sampai orang Indonesia yang berseliweran. Warnanya hitam putih seperti layaknya foto-foto dokumentasi masa lalu.

Sudah jutaan tagar #challengeaccepted ditulis dan mengisi ruang jagat maya. Foto hitam putih membanjiri Instagram kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya,  pengguna Instagram menggunakan menampilkan foto diri hitam-putih untuk mendukung kampanye atau kasus tertentu. Seperti tahun muncul foto hitam-putih dengan tagar #challengeaccepted diunggah sebagai bentuk penyebaran pesan tentang kepedulian terhadap kanker.

Pihak Instagram pun memberi penjelasan, apa yang dimaksud dengan #challengeaccepeted.” Adalah untuk merayakan kekuatan, menyebarkan cinta, dan mengingatkan semua perempuan jika saling mendukung adalah segalanya.

Postingan pertama tantangan tersebut muncul beberapa waktu lalu di halaman jurnalis Brasil Ana Paula Padrao. Penjelasan lain menyebutkan, tantangan tersebut diilhami oleh pidato Alexandria Ocasio-Cortez dari Partai Republik di DPR untuk mengecam pelecehan yang dialami perempuan di kongres dan seluruh negara.

Media online yang lain menjelaskan, foto-foto perempuan dalam warna hitam putih dengan tagar #challengeaccepted (tantangan diterima) serta tulisan women supporting women (wanita mendukung wanita) bermula dari Turki untuk meningkatkan kesadaran akan tingginya pembunuhan wanita (femisida) di negara tersebut. Foto hitam putih yang diunggah bukan hanya rasa sedih tapi juga wujud protes masyarakat terhadap pemerintah Turki agar bisa menyelamatkan wanita yang sering menjadi kasus femisida.

Dari berbagai penjelasan dan aneka versi yang banjir di media online, entah mana yang benar atau semuanya benar?  Tulisan ini tidak akan membahas tentang itu, melainkan akan merangkai kembali tentang fotografi hitam putih yang memang menarik dan penuh tantangan.

Sejarah Fotografi

Mari mengenal dulu apa itu fotografi? Kata fotografi dalam bahasa Inggris “photography,” berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “photos” yang berarti cahaya, dan “grafos” yang berarti melukis atau menulis. Secara umum fotografi juga sebuah metode atau cara untuk menghasilkan sebuah foto dari hasil pantulan cahaya untuk mengenai obyek atau subyek tersebut yang direkam pada media yang peka cahaya. Media untuk menangkap cahaya ini disebut dengan kamera.

Lihat Juga  Mahasiswa UMM Padukan Keramik dan Kopi

Jadi fotografi bisa diartikan sebagai sebuah proses melukis atau menulis dengan menggunakan media kamera dengan memanfaatkan sumber cahaya. Hasil dari proses melukis itu bisa berwarna-warni bisa juga hanya dengan warna hitam dan putih.

Menurut T Barrett dalam buku “Criticizing photographs: An introduction to understanding images,” bidang fotografi adalah gabungan seni dan sains yang memberikan nilai artistik dalam kepelbagaian teknik.

Fotografi juga sarana komunikasi seorang fotografer dengan khalayak untuk menyampaikan suatu hal. Foto juga adalah bahasa gambar atau visual. Dengan sebuah foto, seorang fotografer dapat bercerita mengenai sebuah peristiwa, ekspresi, aktivitas atau ide dan gagasan kepada orang lain. Fotografi adalah komunikasi dalam bentuk visual dengan menitikberatkan pada citra yang tidak bergerak dan tanpa suara untuk menyampaikan sebuah ide atau pesan.

Saat fotografi hitam putih dikenal di dunia, apakah terlintas dalam pikiran pembuat kamera bahwa suatu saat kelak akan lahir fotografi berwarna?  Fotografi hitam putih dan fotografi berwarna adalah perjalanan teknologi fotografi telah berkembang pesat, mulai dari penemuan kamera obscura oleh Leonardo da Vinci sampai penemuan kamera digital yang dikeluarkan oleh beberapa pabrik besar pembuat kamera.

Sejarah fotografi tidak akan lepas dari penemuan kamera dan film. Dengan penemuan film dari hitam putih ke film berwarna, kita dapat mereproduksi gambar, dan proses pencahayaan film tersebut terjadi di dalam kamera.

Menurut sejarah, prinsip kerja kamera telah ditemukan sejak zaman Aristoteles, bahkan mungkin sebelumnya. Aristoteles mengadakan percobaannya dengan merentangkan kulit yang diberi lubang kecil, digelar di atas tanah dan diberi antara untuk menangkap bayangan matahari.

Sehingga cahaya dapat menembus dan memantul di atas tanah dan gerhana matahari dapat diamati. Kemudian penemuan kamera obscura ditemukan oleh Leonardo da Vinci, seorang pelukis dan ilmuwan. Kamera obscura berupa sebuah kamar gelap yang diberi lubang kecil di salah satu sisinya, sehingga seberkas cahaya dapat masuk dan membuat bayangan dari benda-benda yang ada di depannya.

Fotografi kini semakin berkembang, selain teknologi ragam dan kategorinya semakini beragam. Ada banyak kategori fotografi, diantaranya : Fotografi Manusia, Fotografi Nature, Fotografi Arsitektur, Fotografi Still Life, Fotografi Jurnalistik, Fotografi Aerial, Fotografi Bawah Air, Fotografi Seni Rupa, Fotografi Makro dan Fotografi Mikro.

Jika ingin menjadi seorang fotografer atau seseorang yang mampu mengapresiasi foto, maka keahlian dari sisi artistik saja belum cukup untuk membuat foto tersebut menjadi menarik. Untuk bisa menjadi lebih baik maka harus menguasai juga aspek teknis dan non-teknis fotografi.

Lihat Juga  Mencari Jejak Sejarah Pers di Sumatera Selatan

Seorang fotografer tanpa kemampuan teknis akan menghasilkan foto tanpa kualitas maksimal. Sebaliknya, tanpa sentuhan seni, foto yang dihasilkan tentu tanpa rasa. Kekuatan sebuah foto dibangun oleh sejumlah unsur, yakni, pilihan objek, cahaya, komposisi, angle dan momen.

Roland Barthes dalam buku esainya, Camera Lucida, menuliskan bahwa foto menimbulkan reaksi dan menarik perhatian, ia lalu mengklasifikasikan respon yang ditimbulkan menjadi dua, yaitu Studium dan Punctum Studium. Keduanya berasal dari bahasa Latin yang dalam konteks ini mengandung makna; penilaiaan secara umum atau pemahaman secara intelektual dari sebuah foto.

Di tengah perkembangan pesat teknologi digital, manusia memotret pun berpindah dari analog ke digital. Kamera digital memiliki daya tarik tersendiri di tengah begitu semakin banyaknya warna yang bisa dihasilkan dan ditampilkannya. Namun black and white photography atau fotografi hitam dan putih tidak pernah kehilangan peminatnya. Black and white photography atau yang biasa disebut B/W photography tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Mengutip Ary Hostono dalam “Tips Dasar Black and White Photography. Geonusantara Journal Of Tutorial” (2016), bahwa image fotografi hitam putih bukanlah sesuatu perkara yang ketinggalan zaman. Lengkapi dengan pernyataan John Nagel (2014) seorang pengarah eksekutif Photography Hall Of Fame and Museum, Saint Louis menyatakan bahwa, “Black and white images have always maintained a significant niche in the interest of many photographers.”

Fotografi hitam putih lahir sekitar abad ke-19 tahun 1829. Saat itu fotografi hitam putih masih menarik. Kemudian kehadirian fotografi berwarna membuat banyak orang mulai meninggalkan foto hitam putih.  Kini di tengah perkembangan teknologi kamera digital, foto hitam putih kembali diminati banyak orang. Buktinya menjawab tagar #challengeaccepted, sudah jutaan  fotografi diproduksi ulang.

Dalam dunia periklanan, foto hitam putih kembali digunakan. Melalui foto hitam putih pesan yang disampaikan terasa lebih kuat dari pada foto berwarna. Foto hitam putih mampu menghadirkan emosi, memancing perhatian dan rasa ingin tahu atau kesan tertentu yang ingin dihadirkan oleh para fotografer lewat foto.

Menurut John Nigel, fotografi hitam putih adalah teknik yang sering digunakan oleh kebanyakan fotografer di seluruh dunia. Teknik ini menjadi kian populer dari era konvensional sehingga era fotografi digital. Fotografi hitam putih sangat populer bagi fotografer profesional maupun amatir. 𝞨𝞨

Editor : MA

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button