KULINER

Hiroshima ku Nanti di Gerbang Torii

Oleh : Maspril Aries
Wartawan Utama dan Penggiat Kaki Bukit Literasi

Selama berada di pulau Miyajima ada dua hal yang perlu diketahui namun  ada lebih dari dua obyek foto yang bisa diabadikan dengan kamera digital atau dengan kamera telepon seluler (ponsel).

Sebuah lagu berjudul “Hiroshima dan Nagasaki” pernah diciptakan penyanyi Melky Goeslaw tahun 1985. Penggalan lirik lagunya :

“Hiroshima dan Nagasaki
Sejarah tragedi di bumi
Hiroshima dan Nagasaski
Getarkan harkat manusiawi
Hiroshima dan Nagasaski
Satu saksi korban ambisi
Hiroshima dan Nagasaki
Jangan sampai terulang lagi”

Gerbang Torii

Di kota Hiroshima pada 76 tahun lalu pernah terjadi tragedi kemanusian di bumi. Militer Amerika Serikat  (AS) dengan pesawatnya menjatuhkan bom atom seberat empat ton yang ledakannya menghasilkan 13 kiloton TNT.  Bom atom dengan inti uranium bernama “Little Boy” meluluhlantakan kota pelabuhan di tepi laut pedalaman Seto yang dikenal sebagai pusat industri tekstil dan barang-barang dari karet. Hiroshima berdiri pada abad ke-16 sebagai kota istana di delta Sungai Ota.

Genbaku Dome

Saat Tokyo menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020, 6 Agustus 2021 Kota Hiroshima memperingati 76 tahun jatuhnya bom atom yang menewaskan sekitar 140.000 orang penduduk kota tersebut. Tragedi tersebut dikenang dengan upacara peringatan yang ditandai dengan mengheningkan cipta.

Terminal ferry Miyajimaguchi
Tiket masuk kuil Itsukushima

Datang ke Hiroshima ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Jika memang waktu terbatas, maka pilihlah destinasi wisata yang sesuai keinginan atau destinasi utama. Pilihan pertama adalah ke pulau Miyajima. Dari Osaka perjalanan dengan kereta dengan tujuan pulau Miyajima yang terletak di laut pedalaman Seto atau di sebelah barat daya Teluk Hiroshima. Dengan kereta butuh waktu sekitar satu jam lebih sedikit. Setelah tib di stasiun dengan berjalan kaki sekitar lima menit menuju ke pelabuhan atau terminal ferry Miyajimaguchi untuk menyebrang pulau Miyajima. Ongkos menyebrang untuk sekali jalan 180 yen.

Kuil Itsukushima
Rusa di Pulau Miyajima

Tapi saya tidak perlu membayar lagi, langsung naik ke kapal ferry yang lumayan besar dan nyaman. Lho kok naik kapalnya tidak bayar? Bukan tidak bayar, ongkosnya sudah menyatu dengan tiket JR Pass yang sudah dipesan dari Indonesia.

Gerbang Torii saat air laut surut

Kapal mulai berlayar di kejauhan sudah terlihat pulau Miyajima dan kuil Itsukushima tentunya gerbang Torii berwarna orange berdiri di tengah laut menyambut kedatangan siapa pun yang berkunjung. Butuh waktu pelayaran sekitar 10 menit untuk merapat di dermaga terminal ferry Miyajima.

Selama berada di pulau Miyajima ada dua hal yang perlu diketahui namun  ada lebih dari dua obyek foto yang bisa diabadikan dengan kamera digital atau dengan kamera telepon seluler (ponsel). Pertama, kuil Itsukushima sudah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1996. Kedua, sejak tahun 1952 pemerintah Jepang telah menetapkan pulau Itsukushima atau Miyajima sebagai situs peninggalan budaya yang dilindungi.

Di pulau yang luasnya sekitar 30,39 km2 ada lima destinasi wisata yang bisa dikunjungi dan mendokumentasikan kedatangan diri ke pulau ini menggunakan kamera. Pertama, Grand Torii Gate. Kedua, Itsukushima Shrine. Ketiga, Daiganji Temple. Keempat, Miyajima Municipal History and Folklore Museum. Kelima, Miyajima Public Aquarium.

Plakat Peringatan

Dari atas kapal ferry gerbang Grand Torii terlihat berlatar belakang Gunung Misen. Saat air pasang gerbang yang menurut Wikipedia sudah ada sejak tahun 1168 tersebut saat air laut pasang terlihat seperti terapung di tengah. Saat air pasang, siapa pun yang datang bisa mendekat dan jangan lupa berfoto. Bangunan gerbang Torii yang ada saat ini dibangunan tahun 1875. Gerbang Torii berdiri di atas pasir dengan ditopang empat tiang dengan tinggi 16 meter.

Lihat Juga  Grasberg Destinasi di Puncak Indonesia
Taman Monumen Perdamaian Hiroshima

Yang kedua adalah kuil Itsukushima. Untuk masuknya harus bayar dengan harga tiket masuk sebesar 300 yen. Sejarah kuil Itsukushima menurut versi Wikipedia adalah kuil Shinto yang berdiri lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Kisah versi lain menyebutkan, kuil Itsukushima berdiri Tahun 593 oleh Saeki Kuramoto pada masa kekuasaan Pangeran Suiko. Pada zaman dulu, pulau Itsukushima adalah pulau suci yang tidak boleh sembarang orang datang ke sini.

Berjalan di lorong kuil Itsukushima yang diakui UNSECO sebagai Situs Warisan Dunia ada beberapa benda-benda pusaka yang tersimpan di sini seperti sutra Heike Nokyoy yang terdaftar sebagai Pusaka Nasional Jepang. Sementara bangunan utama kuil syahdan ceritanya didedikasikan untuk tiga Dewi Munakata.

Taman Monumen Perdamaian Hiroshima

Selama berada di pulau Miyajima, semua destinasi yang ada bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Untuk urusan makanan dan souvenir ada banyak toko dan restoran yang bisa dibeli dengan mata uang yen. Ingat bukan rupiah.

Sudah puas berkeliling pulau, saatnya menyebrang kembali terminal ferry Miyajimaguchi terus melanjutkan perjalanan dengan kereta ke Hiroshima. Hiroshima yang menjadi destinasi berikutnya adalah kota pertama di dunia yang dijatuhi bom atom dari pesawat tempur Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945 saat perang dunia II berkecamuk.

Bom atom “Little Boy” telah meluluhlantakan kota mulai didirikan pada abad ke-16 tersebut. Datang ke Hirshoma adalah kedatangan menyaksikan langsung puing-puing yang menjadi saksi bisu dari tragedi kemanusian di bumi.

Genta Perdamaian

Turun dari kereta perjalanan selanjutnya menuju Taman Monumen Perdamaian Hiroshima. Di area taman Hiroshima Peace Memorial Park, ada beberapa lokasi yang bisa didatangi. Atau anda ingin berfoto di sini? Jika foto-foto anda akan terlihat cantik, indah dan elok maka datanglah ke sini saat sakura berbunga.

Di area ini ada Monumen Perdamaian Hiroshima atau Genbaku Dome berupa puing atau sisa bangunan bekas gedung promosi industri Prefektur Hiroshima yang masih berdiri. Bangunan ini terlihat paling mencolok karena konstruksi yang tinggi. UNESCO menetapkan bangunan ini sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1996. Bangunan yang kerangkanya berbentuk kubah ini adalah ikonik dari Taman Monumen Perdamaian Hiroshima.

Juga ada Monumen Anak Korban Bom Atom,  Monumen Orang Korea Korban Bom Atom, Plakat Peringatan, Monumen Api Perdamaian, Genta Perdamaian, Gerbang Perdamaian. Yang jangan sampai lupa dikunjungi adalah musem. Di sini berdiri Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan Aula Peringatan Korban Bom Atom.

Monumen Anak Korban Bom Atom berupa anak perempuan yang sedang merentangkan kedua belah tangan dengan origami burung. Monumen didedikasikan sebagai peringatan kisah nyata seorang anak perempuan bernama Sasaki Sadako yang menderita sakit karena radiasi. Sadako percaya akan sembuh jika bisa membuat lipatan kertas 1.000 burung Jenjang. Bagi yang datang ke seni, khususnya anak-anak mereka datang dengan membawa lipatan kertas burung Jenjang untuk diletakkan di dekat monumen.

Lihat Juga  Selamat Datang Geopark Belitong

Selain warga Jepang yang tewas, bom atom “Little Boy” juga menewaskan sekitar 20.000 orang Korea yang merupakan pekerja paksa. Monumen orang Korea ini selesai dibangun tahun 1970.

Prasasti foto-foto Hiroshima masa lalu

Di taman ini juga berdiri Plakat Peringatan yang terdapat di tengah-tengah taman berbentuk bangunan lengkung. Dari lengkungan yang terbuka, memandang lurus ke depan bisa terlihat Monumen Perdamaian Hiroshima dan Monumen Api Perdamaian.

Di tempat ini, pada 27 Mei 2016 Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meletakan karangan bunga saat kunjungan ke Jepang. Obama menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi Kota Hiroshima. Kedatangan Obama Taman Monumen Perdamaian Hiroshima sempat memicu perdebatan. Obama menyebut kedatangannya adalah untuk mendukung program dunia bebas senjata nuklir.

Setelah berkeliling di area taman, tujuan selanjutnya bisa mendatangi Aula Peringatan Korban Bom Atom (Memorial Hall for the Atomic Bomb Victims) dan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima. Di dalam gedung selain ada museum juga ada perpustakaan, ruangan pameran dan ruangan informasi para korban.

Salah satunya ada aula bawah tanah yang disebut Hall of Remembrance yang bisa melihat panorama Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Panorama disusun dari 140.000 potongan keramik sesuai dengan jumlah korban yang tewas sampai akhir tahun 1945.

Hari menjelang senja, walau bunga sakura masih terlihat indah di pandang mata di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima yang di sebelahnya mengalir sungai Motoyasu, saya harus segera meninggalkan tempat itu karena masih ada destinasi lain yang bisa dikunjungi di Hiroshima.

Setelah Taman Monumen Perdamaian Hiroshima dan kuil Itsukushima dengan Gerbang Torii masih ada Kastil Hiroshima di Motomachi, Naka Ward dan Kastil Fukuyama. Juga ada Shukkei-en dengan aneka dan variasi bunga yang tumbuh dan jika datang ke seni pada Maret – Mei ada pesta visual kecantikan bunga sakura dan rhododendron.

Juga bisa mengunjungi kota kecil kuno Onomichi yang memiliki banyak kuil budha dan ke Takehara yang dijuluki “Little Kyoto” di Hiroshima. Di Hiroshima juga ada Museum Transportasi, yang memiliki koleksi sekitar 3000 koleksi moda transportasi kereta, alat trasportasi darat, perahu, dan pesawat, juga ada gerbong kereta dengan nomor 654 yang selamat dari ledakan bom atom 1945.

Tentunya jangan lupa datang ke pusat kota Hiroshima yang selalu ramai, dengan pusat keramaian di Jalan Hondori. Hondori adalah arcade pejalan kaki yang tertutup untuk lalu lintas dan dipenuhi dengan toko-toko dan restoran.

Walau kaki lelah melangkah, ransel setia mendekap punggung, ada rasa puas menyaksikan keelokan Hiroshima yang bangkit dari keruntuhan dan luluhlantak karena perang, kini menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Menjaga dan merawat puing-puing masa lalu seperti yang ada di Miyajima dan Taman Monumen Perdamaian Hiroshima ternyata bisa mendapatkan uang. Sisa masa lalu bukanlah usang yang harus dibuang.

Editor : MA

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button