Bisnis

Ekspor Pupuk Indonesia Rambah Chile dan Afrika Selatan

EkbisNews.com, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir mendorong perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Go global menyusul ditandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Luar Negeri terkait kerja sama lingkungan ekonomi untuk mendukung BUMN Go global pada 17 Juli 2020.

Di tengah pandemi Covid-19 dorongan Menteri BUMN tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam siaran pers PT Pupuk Indonesia yang diterima Ekbisnews.com, BUMN pupuk tersebut selain harus menjaga ketersediaan pupuk dalam negeri, perseroan juga perlu meningkatkan penetrasi produknya ke pasar global.

“PT Pupuk Indonesia harus menjaga ketersediaan pupuk dalam negeri dan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani demi mendukung ketahanan pangan nasional, kami perlu meningkatkan penetrasi produknya ke pasar global di tengah meningkatnya permintaan dari banyak negara di dunia,” kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana, Sabtu (15/8).

Lihat Juga  Bukit Asam Ganti Empat Komisaris dan Satu Direktur

Menurutnya, saat ini hampir kebanyakan negara di dunia tengah berkonsentrasi menjaga ketahanan pangannya masing-masing. Penjualan luar negeri hanya bisa dilakukan apabila kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, khususnya untuk sektor pangan dan pupuk bersubsidi.

“Perseroan memiliki komitmen tinggi dalam menjaga ketersediaan pupuk di dalam negeri. Sampai saat ini Pupuk Indonesia telah menyalurkan lebih dari 5,4 juta ton pupuk bersubsidi, dan menyediakan stok pupuk bersubsidi lebih dari 1,3 juta ton,” ujarnya.

Wijaya Laksana menjelaskan, “Untuk penjualan ke pasar global, para produsen pupuk sebisa mungkin tetap melakukan penjualan uar negeri guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyumbang devisa negara dan  memperkuat nilai rupiah, namun dengan tetap mengutamakan pemenuhan pupuk dalam negeri,”

Menurut Kepala Komunikasi Korporat Wijaya Laksana, penjualan produk Pupuk Indonesia Grup telah merambah ke banyak negara seperti Australia, Chile, Costa Rica, India, Jepang, Malaysia, Mexico, Fillipina, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, USA, Vietnam, China, hingga ke Uni Emirat Arab. “Kami selalu berupaya optimal setiap kali melihat peluang pasar,” katanya.

Lihat Juga  Membangun Ekonomi Hijau di Muba

Di pasar global, dalam industri pupuk posisi PT Pupuk Indonesia tergolong membanggakan. “Saat ini Pupuk Indonesia menempati peringkat ke-6 dunia sebagai perusahaan pupuk terbesar berdasarkan besaran pendapatan tahunan. Di pasar internasional, produk Pupuk Indonesia bersaing ketat dengan produk dari perusahaan raksasa dunia seperti Nutrien asal Kanada, Yara Internasional asal Norwegia dan The Mosaic Company asal Amerika Serikat,” ungkap Wijaya.

Pupuk Indonesia Grup memiliki kapasitas produksi mencapai 13,95 juta ton per tahunnya Jumlah tersebut adalah kontribusi lima anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang , PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button