NASIONAL

Diserbu Produk Impor, Kondisi Industri Tekstil Darurat

EkbisNews.com, Jakarta – kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) saat ini sudah darurat Hal ini terjadi pada produk hulu hingga tengah yang berorientasi pasar domestik terkena imbas serbuan produk impor dan dampak perang dagang AS dan China.Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum API Ade Sudrajat  Rabu (4/9)

Untuk itu, API sedang menyiapkan usulan perlindungan atau pengamanan perdagangan (safeguard) kepada Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan. Safeguard terutama pada produk kain yang selama ini sudah dihajar produk impor. Tarif tambahan Safeguard bisa dikenakan bila industri dalam negeri sudah kena dampak buruk dari serbuan impor terutama dari China.

“Ini keadaan darurat, bila ada pertempuran dua gajah (AS dan China), kalau tak diantisipasi akan menyebabkan kerugian, karena ini langkah darurat,” kata Ade sebagimana dikutip dari cnbcindonesia.com

Lihat Juga  Bea Masuk Sampah Impor Rendah dan Lingkungan Jadi Tercemar

Ade mengatakan selama ini industri hulu seperti benang sudah kena proteksi dengan adanya anti-dumping. Namun, sebaliknya di industri tengah seperti kain justru tarif impo produknya nol persen. Bila ini dibiarkan maka akan berdampak makin buruk bagi semua lapis industri TPT apalagi selisih produk impor dengan lokal terutama kain bisa lebih bersaing 15-20%.

“Kenapa saya harus buat kain, karena kainnya impor, cepat atau lambat, dampak negatif ke hulu,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DKI Jakarta, Irwandy Rajabasa, mengakui kondisi industri TPT saat ini terpuruk. Dari informasi anggotanya di wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi, keberadaan benang dan kain impor murah yang membanjiri pasar disebut telah memukul penjualan anggota API DKI.

Lihat Juga  Kementerian LHK Bangun Persemaian Modern di Kawasan Danau Toba

Ia meminta pemerintah segera mengambil tindakan penyelamatan industri. Ada kekhawatiran para produsen akan beralih menjadi importir pedagang.

“Kalau tidak segera ambil tindakan akan banyak produsen yang beralih jadi importir pedagang dan industri TPT yang sudah kita bangun selama 50 tahun ini akan hilang,” ungkapnya.

Sementara Wakil Sekretaris API Jawa Barat, Rizal Tanzil mengatakan, saat ini seluruh pemain dari hulu ke hilir sudah mulai kompak menginisiasi safeguard.

“API dan APSyFI sepakat untuk menginisiasi safeguard dari hulu ke hilir sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan industri TPT,” katanya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button