Energi

BPDP Kelapa Sawit Dukung Pembangunan Pabrik IVO-CPO Muba

EkbisNews.com, Palembang – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses sebagai daerah pertama di Indonesia penerima manfaat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit pada 2017 lalu, kini Pemerintah Kabupaten Muba tengah mempersiapkan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN).

Bupati Muba Dodi Reza Alex kini tengah berupaya mewujudkan berdirinya pabrik Industrial Vegetable Oil (IVO) dan Crude Palm Oil (CPO) yang akan memproduksi BBN dari kelapa sawit. Dukungan pun berdatangan terhadap rencana itu, diantaranya dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dari pimpinan Komisi VII DPR yang membidangi energi.

Pada 2020 dukungan terbaru datang dari Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P Brodjonegoro dan Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Dono Boestomi.

Bupati peraih gelar doktor dari Fisip Universitas Padjadjaran (Unpad) tak sungkan untuk mendatangi dan mencari dukungan langsung kepada lembaga atau sumber pendanan untuk merealisasikan rencana yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani kepala sawit di Muba.

FOTO : HUMAS PEMKAB MUBA

Setelah bertemu dengan Dono Boestomi mantan Direktur Keuangan PT Bukit Asam (PTBA) Tbk pada Rapat Koordinasi Persiapan dan Pengembangan Program Hibah Compact II Millenium Challenge Corporation (MCC) Kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat pada Rabu (5/2), jalan merealisasikan pabrik IVO-CPO di Muba semakin terbuka lebar.

Menurut Bupati Dodi Reza Alex, Direktur Utama BPDP Kelapa Sawwit Doni Boestami menyatakan dukungan dari BPDP untuk implementasi pembangunan pabrik IVO agar berjalan baik dengan skema bantuan dana investasi dari BPDP Kelapa Sawit maupun dari lembaga MCC berupa dana hibah dari Amerika Serikat.

Sementara itu Direktur BPDP Kelapa Sawit Dono Boestami menyatakan siap, dan segera dijalankan untuk mendirikan pabrik IVO-CPO di Muba. “Apa yang perlu dijalankan segera dikerjakan, Kabupaten Muba sudah sejak lama menggagas rencana ini. Ini perlu dicontoh, kalau ini cepat terealisasi tentu cita-cita pemerintah pusat untuk menciptakan energi terbarukan dapat terwujud,” kata mantan Direktur Utama PT MRT Jakarta.

Lihat Juga  Dodi, Sawit dan Dubai Expo

Dono Boestomi menjelaskan, BPDP Kelapa Sawit sebagai instrumen pemerintah dalam memfasilitasi pengembangan sektor kelapa sawit nasional siap menjadi salah satu pelaksana dalam Proyek Strategis Nasional Pembangunan Energi Terbarukan Berbasis Kelapa Sawit, yang telah ditetapkan Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020 – 2024. Kesiapan BPDP Kelapa Sawit termasuk dalam hal dukungan pendanaan, fasilitasi, riset, serta advokasi dan sosialiasi kebijakan.

Dukungan juga datang dari Direktur Kemitraan Muhammad Feriyan, paparan Bupati Dodi Reza Alex mengenai kondisi PSR di Muba sudah sangat layak dan memenuhi syarat untuk mendirikan pabrik IVO-CPO.

“Intinya BPDP Kelapa Sawit siap mendukung, segera siapkan tim implementasi pabrik IVO dengan menyiapkan data ketersedian bahan baku, kelembagaan pekebun, peta jalan yang terintegrasi dengan pabrik dan kebun sawitnya,”

Maurin Sitorus Nation Coordinator dan Development Compact II Millenium Challange Corporation (MCC) menjelaskan, MCC dibentuk oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk menyalurkan dana hibah dalam rangka memerangi kemiskinan, melalui pertumbuhan ekonomi yg berkelanjutan. “Jadi syaratnya harus menyentuh orang miskin. Kalau suatu negara bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu angka kemiskinan akan turun,” katanya.

Menurut Maurin Sitorus, untuk sekarang tahap pertama sudah habis masanya pada September 2019. Sekarang tengah disiapkan daerah mana untuk masuk tahap kedua. Selain itu, syarat lainnya dana dari MCC bisa untuk skema pembiayaan menciptakan energi terbarukan.

Untuk merealisasikan pabrik IVO-CPO yang akan memproduksi BBN tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex menegaskan, “Kabupaten Muba siap untuk pembangunan pabrik IVO-CPO sesuai kriteria yang dibutuhkan.”

Menurutnya, ketersediaan bahan baku kelapa sawit stoknya sudah ada. “Kami juga sudah melakukan peremajaan kebun kelapa sawit dan bisa berpotensi sampai 50.000 hektar nanti. Sekarang sudah terealisasi 15.000 hektar. Artinya produktivitas bisa sampai naik, maka kebutuhan bahan baku dari Muba bisa dipastikan menjamin pasokannya.”

Untuk membangunkan pabrik IVO-CPO tersebut Pemerintah Kabupaten Muba telah mempersiapkan lahan dengan jarak lokasi perkebunan sawit maksimal lima kilometer. Lokasi tersebut dpilih dengan pertimbangan akan melibatkan petani yang punya kebun peremajaan.

Lihat Juga  40 Tahun PTBA Raih Prestasi di Tengah Pandemi

“Mari prosesnya segera kita jalankan. Intinya kami di Muba sudah punya komposisi, kami punya kebun, dukungan kelembagaan, melibatkan KUD dan petani rakyat dan yang terpenting komitmen pemerintah daerah,” kata Dodi Reza Alex.

Untuk merealisasikan pabrik IVO-CPO tersebut Dodi juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Muba telah menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut IGB Ngurah Makertihartha dari Tim Pembangunan Pabrik IVO-IPO realisasi pembangunan pabrik IVO-CPO di Muba yang diinisiasi Bupati Muba Dodi Reza Alex sudah sangat tepat dilakukan dan dapat menjadi proyek industri percontohan di Indonesia.

“Proyek ini juga sangat selaras dengan misi Presiden RI Joko Widodo, selain mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit, realisasi pembangunan pabrik IVO-CPO di Muba ini juga akan menjadi pilot project di Indonesia,” kata akademisi dari Teknik Kimia ITB.

IGB Ngurah Makertihartha yang juga Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Kimia ITB menjelaskan, hasil turunan produksi pabrik IVO juga akan menghasilkan bahan bakar nabati berupa biofuel, avtur hijau, dan gasoline yang kualitasnya di atas bahan bakar minyak pada umumnya. “Jadi, pemanfaatan tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Muba nantinya dapat terserap dengan baik dan sangat menguntungkan,” katanya.

Di Kabupaten Musi Banyuasin, kelapa sawit dari program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) direncanakan melakukan panen perdana pada Juni 2020 itu. PSR yang persemiannya dilakukan langsung Presiden Joko Widodo merupakan kelapa sawit hasil peremajaan (replanting) pada lahan seluas 4.446 hektare di Kecamatan Sungai Lilin Muba.

BPDP Kelapa Sawit

BPDP Kelapa Sawit adalah merupakan unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian selaku Ketua Komite Pengarah BPDP Kelapa Sawit.

BPDP Kelapa Sawit bertugas untuk melaksanakan pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit baik dana pengembangan maupun dana cadangan pengembangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Editor : Maspril Aries

Koreksi Berita

Berita ini Telah Diperbaiki pada Sabtu, 9 Februari 2020 pukul 15.47 WIB.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button