NASIONAL

Asap Selimuti Palembang, Ini Tips Yang Diberikan Walhi Sumsel

EkbisNews.com, Palembang — Dengan kondisi udara dan lingkungan saat ini, kebakaran lahan gambut di beberapa tempat di Indonesia, Salah satunya kota Palembang menyebabkan polusi asap yang mengakibatkan mata perih hingga sesak nafas. Masker seolah menjadi hal wajib yang dibawa dan digunakan ketika kita hendak keluar rumah. Kalau tidak menggunakan masker, bisa-bisa zat racun dari udara terhirup dan masuk ke paru-paru.

Tapi, tahukah kamu kalau masker yang dijual di pasaran memiliki banyak jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu? Organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memberikan beberapa tips untuk memilih masker sesuai dengan kebutuhanmu.

Manager Kampanye Pesisir, Air, Polusi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) Puspita Indah Sari Sitompul mengatakan bahwa masker yang sering dibagikan oleh pemerintah atau masker yang mudah didapatkan di supermarket yang relatif murah tidaklah biasa digunakan untuk melindungi tubuh terhadap zat kimia, gas, uap dan asap.

“Masker tersebut memiliki beberapa lapisan serat dengan ketebalan yang relatif tipis. Saat dipakai, masker ini akan terasa lebih ringan dan nggak terlalu mencengkram waja Maker tersebut sering digunakan oleh dokter bedah karena masker tersebut hanya Meski mampu menyaring partikel mikroorganisme berukuran kecil seperti darah atau liur dari pasien saat dokter melakukan operasi bedah,” Katanya saat di temui wartawan, Rabu (18/09).

Lihat Juga  Kabut Asap Tak Kunjung Teratasi Alex Noerdin Prihatin

Ia mengatakan, pemerintah seharusnya memberikan masker berjenis N95 atau masker respirator merupakan jenis masker anti-polusi yang bisa digunakan untuk melindungi dari asap, termasuk kabut asap. Masker N95 dapat menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen. Inilah alasan masker ini dinamakan masker N95. Masker ini juga dapat memyaring partikel halus 2.5 PM (Particular Matter), tetapi tidak dapat menyaring gas.

“Namun, masker bedah tersebut bisa di akali dengan memberikan cipratan air dimasker sehingga masker tersebut lembab, hal tersebut dilakukan agar partikel asap terhambat oleh air yang di cipratkan di masker sehingga tidak langsung terhirup,” Katanya.

Lihat Juga  Badan Anggaran DPR Apresiasi Program JPS Bupati Muba

Untuk usia dini 0 hingga 5 tahun dan usia lanjut dihimbau untuk tidak beraktivitas diluar rumah. Masyarakat khususnya warga Palembang juga di himbau untuk mendownload aplikasi BMKG dan Air visual.

“Diponsel masing-masing bisa download kedua aplikasi trsebut untukmelihat kondisi cuaca dan udara ketika hendak keluar, juag untuk mengetahui ciri-ciri penyakit ispa agar segera berobat jika terdapat ciri-ciri tersebut. Bila perlu sediakan tabung oksigen kecil dirumah,” Katanya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button