Energi

40 Tahun PTBA Raih Prestasi di Tengah Pandemi

Bangun PLTS 200 MW dan Produksi Substitusi LPG

EkbisNews.com, Tanjung Enim – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Selasa, 2 Maret 2021 tepat berusia 40 tahun. Pada perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) BUMN tambang yang berpusat di Tanjung Enim tersebut, Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menyampaikan kabar gembira tentang rangkaian prestasi yang berhasil dicapai selama satu tahun terakhir di tengah pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Pada acara puncak HUT ke-40 yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tanjung Enim, Arviyan Arifin mengatakan, “Perjalanan PTBA menjadi seperti saat ini tentunya tidak mudah. Menempuh segala badai dan ujian, kita bisa tetap membuktikan dengan mencatat kinerja positif dan sederet prestasi lainnya. Terutama di masa-masa berat seperti ini.”

Menurut Arviyan, produksi PTBA kian menggeliat, ekspor meningkat, dan pemenuhan kebetuhan pasokan energi dalam negeri tetap menjadi prioritas perusahaan. “Bahkan, di tengah pandemi tahun lalu, perusahaan tetap mampu mencetak kinerja positif dan membukukan laba,” ujarnya.

Arviyan Arifin menjelaskan, “Beyond coal yang menjadi jargon PTBA terus direalisasikan, satu demi satu proyek hilirisasi untuk menggenjot nilai tambah batu bara dan ekspansi bisnis ke energi baru dan terbarukan mulai berjalan.”

Perayaan HUT ke-40 PTBA kali ini ditandai dengan peresmian program Corporate Sosial Responsibility (CSR) berupa PLTS Tanjung Raja dan fasilitas sosial objek wisata PTBA di Tanjung Enim.

Lihat Juga  SKK Migas Minta Industri Migas Pertahankan Kegiatan dan Hindari PHK

Bantuan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan pompa irigasi tenaga surya di Desa Tanjung Raja Kabupaten Muara Enim berupa pompa jenis submersible yang memiliki kemampuan dapat menyedot air yang mengandung lumpur. Kapasitas pompa adalah 50 lps (liter per second) dengan head mencapai 30 meter.

Bantuan tersebut terdiri satu unit pompa submersible, satu unit inverter, satu unit bak intake berukuran 1,5 x 3 meter dengan kedalaman empat meter. Pompa irigasi berdaya 11 kW disuplai listrik dari PLTS berkapasitas 18,7 kW yang menggunakan 140 keping panel surya.

Pompa air ini mampu mengairi lahan sawah seluas 63 hektar dengan perkiraan hasil panen tiga kali setahun mencapai 567 ton. Sebelumnya, panen hanya bisa dilakukan satu pertahun dengan hasil sekitar 189 ton gabah.

Selain PLTS untuk menggerakan pompa air, sebelumnya PTBA telah merampungkan beberapa proyek PLTS, diantaranya PLTS di Bandara Soekarno Hatta bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II, PLTS Irigasi Pesawaran, PLTS Irigasi Talawi, dan PLTS untuk Yayasan Az-Zawiyah di Kabupaten Ogan Ilir.

Untuk ekspansi bisnis PTBA ke sektor energi baru dan terbarukan, BUMN tambang batu bara ini tengah menyiapkan PLTS lahan bekas tambang di Ombilin, Sumatera Barat, dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan kapasitas masing-masing mencapai 200 Megawatt (MW) dan direncanakan beroperasi mulai 2022.

Lihat Juga  Antisipasi Kelangkaan BBM, Percepat Digitalisasi SPBU di Sumsel  

Pada usia 40 tahun PTBA telah membangun fasilitas sosial untuk mendukung dan mewujudkan visi Tanjung Enim sebagai kota wisata. Di kawasan wisata ini memiliki fasilitas rekreasi berupa coal park, gedung kesenian, gedung pertemuan, gedung kuliner, kolam wisata, dancing fountain, dan lainnya.

PTBA juga tengah menyelesaikan pembangunan PLTU Sumsel 8 pembangkit listrik mulut tambang terbesar dan efisien di Indonesia kini pembangunan konstruksinya sudah mencapai 70 persen pada Januari 2021. “PLTU Sumsel 8 unit 1 siap beroperasi komersial Desember 2021 dan PLTU unit 2 pada  Maret 2022,” ujar Arviyan Arifin.

PTBA kini juga tengah menyelesaikan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME. Pabrik gasifikasi yang berada di Kawasan Industri Tanjung Enim (Bukit Asam Coal Based Industrial Estate/ BACBIE) adalah proyek strategis nasional yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Menurut Arviyan, perjanjian kerja sama atau Cooperation Agreement antara PTBA, Pertamina, dan Air Products Chemical Inc juga sudah ditandatangani pada 11 Februari 2021. “Tinggal menghitung waktu agar pabrik bisa berjalan dan menghasilkan produk Dymethil Ether atau DME yang bisa menjadi produk substitusi LPG yang impornya kian bertambah setiap tahun,” katanya.

Editor : Maspril Aries

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close