NASIONAL

2022 Ditargetkan 12 PLTSa Bakal Siap beroperasi

EkbisNews.com – Berupaya menciptakan penyediaan energi listrik secara terjangkau juga sekaligus dapat memperbaiki kualitas lingkungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong percepatan pembangunan Pembangunan Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai bentuk tanggung jawab menyediakan energi terbarukan berbasis biomassa setempat.

“Dukungan kami berupa implementasi program waste to energy. Membangun PLT Sampah bertujuan untuk membersihkan sampah itu sendiri. Nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan adalah bonus yang patut disyukuri,” ujar Arcandra,  Jakarta, Jumat (19/7).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyampaikan Kementerian ESDM berkomitmen, terhitung sejak 2019 hingga 2022 mendatang, terdapat 12 PLTSa yang bakal siap beroperasi. “Sesuai rencana, 12 pembangkit tersebut akan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari,” ujar Agung.

Lihat Juga  PT Semen Baturaja Mencatatkan volume Penjualan Naik 8 Persen hingga Maret 2019

Agung menyebut, Surabaya dengan PLTSa sebesar 10 MW akan menjadi kota pertama yang mengoperasikan pembangkit listik berbasis biomassa tersebut. Volume sampah yang diolah sebesar 1.500 ton per hari dengan nilai investasi sekitar 49,86 juta dolar AS.

Agung merinci, lokasi PLTSa kedua berada di Bekasi dengan investasi sebesar 120 juta dolar AS dan daya 9 MW. Selanjutnya, ada tiga pembangkit sampah yang berlokasi di Surakarta (10 MW), Palembang (20 MW) dan Denpasar (20 MW).

“Total investasi untuk menghasilkan setrum dari tiga lokasi yang mengelola sampah sebanyak 2.800 ton persen hari sebesar 297,82 juta dolar AS,” kata Agung dikutip dari republika.co

Lihat Juga  Kebebasan Pers atau Kemerdekaan Pers

Sisanya, lanjut Agung, DKI Jakarta sebesar 38 MW dengan investasi 345,8 juta dolar AS, Bandung (29 MW dengan 245 juta dolar AS), serta Makassar, Manado dan Tangerang Selatan. Masing-masing memiliki kapasitas sebesar 20 MW dan investasi yang sama, yaitu 120 juta dolar AS.

Kata Agung, dari 12 usulan pembangunan PLTSa yang ada, empat di antaranya memiliki perkembangan yang cukup baik dan menunggu penyelesaian di tahun ini. PLTSa itu adalah di Surabaya, DKI Jakarta, Bekasi, dan Solo. Bahkan, pembangunan PLTSa di kota-kota tersebut dimonitor langsung Presiden Joko Widodo.

“Betul, kota-kota tadi termasuk di Bali menjadi prioritas utama penanganan sampah di bawah pengawasan Bapak Presiden,” ucap Agung.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button