Bisnis

Sentuhan PTBA Membuat Nanas Suban Baru Laris Manis

EkbisNews.com, Muara Enim – Buah nanas di Sumatera Selatan (Sumsel) identik dengan Kota Prabumulih yang berjarak sekitar 100 km dari Palembang. Prabumulih telah dikenal sejak lama sebagai daerah penghasil buah nanas yang buahnya dijual sampai jauh ke pulau Jawa.

Ternyata nanas selain di Prabumulih, juga banyak dihasilkan dari kebun-kebun petani di daerah tetangganya, yaitu Kabupaten Muara Enim tepatnya di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar.

Di Desa Suban Baru berdiri sebuah kelompok Makmur Tani yang mengelola kebun nanas. Salah seorang anggota kelompok tan bernama Mulyanto, 40 tahun tak bisa menyembunyikan rasa haru ketika mulai memanen buah nanas di kebunnya. Dulu ia bersama-sama petani lainnya kerap mengalami kegagalan panen buah nanas sehingga harus menderita kerugian.

Pengalaman berbeda kini dirasakan anggota kelompok Makmur Tani. Kini mereka bisa memanen ribuan buah nanas yang siap dikirim dan dijual sampai ke pulau Jawa. “Selama tiga lalu kami sempat putus asa karena terus menerus gagal panen dengan berbagai masalah dan penyebabnya,” kata Mulyanto, Jumat (22/1).

Mulyanto dan para petani di Suban Baru tak kenal menyerah untuk terus berusaha agar tanaman nanasnya berhasil berbuah. Dengan kemampuan seadanya, anggota Makmur Tani berupaya mengatasi masalah dari permodalan, keterbatasan lahan, kekurangan bibit, sampai kelangkaan pupuk yang berakibat panen buah nanas tidak optimal. “Selama tiga tahun tersebut kami benar-benar menjalani masa sulit sampai kemudian bertemu dengan tim CSR PTBA,” ujarnya.

Lihat Juga  PTBA Kucurkan Dana Rp 14,5 Miliar Bantu Penanggulangan Covid-19

Pertemuan dengan tim Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang membawa angin segar bagi Mulyanto dan kawan-kawan. Menurutnya, “Kelompok Makmur Tani yang beranggotakan 10 orang mendapatkan suntikan dana dari CSR PTBA untuk membantu permodalan dalam mengembangkan usaha kebun nanas.”

Berkat sentuhan dan pembinaan tim CSR PTBA, satu per satu permasalahan yang dihadapi Makmur Tani teratasi, seperti kesulitan membuka lahan, mencari bibit yang unggul, hingga biaya membeli pupuk yang berkualitas.

Kini usaha tani kebun nanas kelompok Makmur Tani, Desa Suban Baru bisa bertahan dan mampu berproduksi sesuai target hingga menghasilkan nanas yang super, manis dan tidak mudah busuk. Buah nanas Suban Baru mampu bersaing dengan buah nanas dari daerah lain termasuk dari daerah tetangga, Prabumulih.

“Alhamdulillah kini buah nanas Suban Baru bisa dijual ke pasar lokal di Lahat, Baturaja, Palembang sampai ke Provinsi Bengkulu juga ada yang dijual ke Pulau Jawa,” kata Mulyanto dengan senyum ceria.

Perasaan haru dan bahagia juga terlihat dari wajah anggota kelompok yang lain, Antoni, 41 tahun. Dirinya mengaku sangat bahagia. “Terima kasih atas bantuan PTBA kepada kami kelompok Makmur Tani sehingga bisa panen seperti saat ini.”

Menurutnya, sebelum ada bantuan CSR PTBA panen buah nanas tidak bisa optimal dan kerap gagal. “Dalam setahun kami nyaris bisa dibilang tidak panen karena jumlah buah yang dihasilkan tidak sebanding dengan modal dan biaya yang dikeluarkan,” ujarnya.

Lihat Juga  Ekspor Batubara Tak Terpengaruh Virus Corona

Berkat suntikan modal dan binaan CSR PTBA, di lahan seluas 1,5 hektar lebih, panen buah nanas dalam setahun bisa panen setiap empat bulan. “Sekarang sudah tidak ada lagi kami dengar petani sulit membuka lahan dan tidak bisa membeli bibit dan pupuk jenis urea maupun NPK,” kata Antoni

Kini setiap panen paa petani bisa memperoleh penghasilan Rp25 juta – Rp30 juta dengan harga jual nanas Rp 3500 per buah.

Sementara itu Asisten Manajer Kemitraan CSR PTBA Listati sekaligus pembina petani nanas mengatakan, “Bantuan mitra CSR ini merupakan salah satu wujud kontribusi nyata PTBA untuk kemajuan masyarakat yang kali ini yang dibantu dan dibina adalah petani nanas Makmur Tani desa Suban Baru.”

Listati mengharapkan, bantuan dari PTBA bisa memberi manfaat dan bisa membuat para petani mandiri. “Kami menharapkan kelompok Makmur Tani bisa terus berkembang pesat bahkan tidak hanya panen nanas saja tetapi juga hilirisasi nanas hingga menjadi berbagai produk nanas,” katanya.

Lantas berapa sebenarnya produksi buah nanas di Sumsel? Mencoba mencarinya pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, dalam “Provinsi Sumatera Selatan dalam Angka tahun 2020” ternyata buah nanas belum tercantum dalam daftar produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim. Yang sudah tercantum adalah buah blewah, melon, semangka dan stroberi.

Editor : Maspril Aries

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close