Bisnis

Pupuk Indonesia Jaga Stok Pupuk Bersubsidi untuk Petani Cukup

EkbisNews.com, Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) siap memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani di Indonesia. BUMN ini bersama lima anak perusahaannya PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang dan PT Pupuk Iskandar Muda telah mempersiapkan stok pupuk yang cukup.

“Guna memastikan ketersediaan pupuk bagi masyarakat petani, PT Pupuk Indonesia selalu menjaga dan menyiapkan stok pupuk bersubsidi di atas ketentuan stok minimum,” kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana, Senin (31/8).

Wijaya menjelaskan, saat ini volume stok tersedia sebanyak 1.045.261 ton, yang terdapat mulai dari lini I sampai dengan lini IV. Total stok terdiri dari 845.441 ton pupuk urea, 87.297 ton pupuk NPK, 51.060 ton pupuk SP-36, 21.086 ton pupuk ZA, dan 40.378 pupuk organik. “Jumlah tersebut jauh di atas ketentuan stok minimum yang sebanyak 125.539 ton,” ujarnya.

Menurut Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia, sebagian besar volume stok pupuk tersebut telah tersedia di lini III dengan jumlah sebanyak 567.029 ton dan siap didistribusikan ke lini IV serta disalurkan kepada petani secara merata ke seluruh Indonesia jika sudah mendapat instruksi.

Lihat Juga  Corporate Farming Pupuk Indonesia dan BUMN Perkuat Produktivitas Pertanian

Selain itu, guna mengantisipasi kebutuhan petani apabila terjadi kekurangan atau kehabisan alokasi, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi. Untuk stok pupuk non subsidi saat ini tersedia sekitar 750 ribu ton.

“Stok tersebut tersedia mulai dari lini I hingga lini III dan kios-kios pupuk resmi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang alokasi pupuk bersubsidinya belum tercukupi, dan bagi petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK. Sehingga Kami bisa tetap memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani dan produktivitas sektor pertanian pun dapat terjaga,” kata Wijaya.

Sementara itu untuk realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 26 Agustus 2020 Pupuk Indonesia telah menyalurkan sebanyak 6.001.932 ton, atau setara 76 persen dari alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020.

“Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai aturan alokasi dan hanya kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK yang dikelola Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Lihat Juga  AS, Jepang dan Indonesia Bahas Potensi LNG

Kepala Komunikasi Korporat juga menegaskan komitmen Pupuk Indonesia, sebagai BUMN, terhadap penugasannya. “Kami terus mengoptimalkan proses distribusi pupuk bersubsidi kepada petani agar tetap berjalan lancar dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian,” katanya.

Selain itu, para produsen pupuk pun akan selalu mematuhi semua aturan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi yang berlaku. Seperti, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV.

Serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020, Juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020.

“Kami pun mengimbau para petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK agar hanya menebus pupuk bersubsidi di kios-kios resmi Pupuk sehingga dapat memperoleh pupuk bersubsidi sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah diatur Pemerintah,” imbau Wijaya Laksana.

Editor : Maspril Aries

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close