Energi

PLTU Sumsel 8 Beroperasi Kuartal Pertama 2022

EkbisNews.com, Tanjung Enim – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kini tengah menyelesaikan konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang atau PLTU Sumsel 8 yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim.

Dalam siaran pers PTBA yang diterima ekbisnews.com, perusahaan tambang tersebut membangun PLTU PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2 x 620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai US$ 1,68 miliar.

“PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35.000 MW dan dibangun oleh PTBA melalui anak perusahaan PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP). “PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd,” kata Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie, Kamis (1/10).

Lihat Juga  Pemkab Muba Bidik 10 Persen Saham Blok Sakakemang

Menurut Apollonius, progres pembangunan proyek PLTU saat ini sudah mencapai 50 persen. “Pembangkit listrik ini diharapkan bisa beroperasi penuh secara komersial pada kuartal pertama 2022, nantinya akan membutuhkan 5,4 juta ton batu bara pertahun,” ujarnya.

PLTU Sumsel 8 konstruksi pembangunannnya sudah dimulai sejak Juni 2018. Setelah berooperasi nantinya, listrik dari pembangkit tersebut akan dialirkan ke melalui jalur transmisi ke Gardu Induk PLN di Muara Enim dan Mengalirkan listriknya ke Sumatera Grid menggunakan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

PTBA perusahaan tambang batu bara dengan menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan saat ini memiliki tiga PLTU yang telah beroperasi dan satu PLTU yang sedang dalam tahap konstruksi.

Lihat Juga  Walikota Bontang Bersama Kemenko Maritim Bahas Pembangunan Jargas SR
PLTU Banjarsari – FOTO : Maspril Aries

Dua unit PLTU yang telah beroperasi merupakan milik sendiri PTBA. Dua PLTU tersebut berlokasi di pelabuhan Tarahan, Lampung dengan kapasitas 2 x 8 MW, dan di Tanjung Enim dengan kapasitas 3 x 10 MW.

PLTU Mulut Tambang 3 x 10 MW di Tanjung Enim untuk memenuhi kebutuhan daya listrik pengoperasian BWE dan memberi manfaat terjaminnya kesinambungan pasokan listrik sehingga utilitas peralatan dapat dijaga. Juga dapat menekan biaya operasional penambangan sehingga memperbaiki struktur Biaya Pokok Produksi (BPP).

Editor : Maspril Aries

 

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close