Bisnis

Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Siapkan 1,78 Juta Ton Pupuk Bersubsidi

EkbisNews.com, Jakarta – Musim tanam 2020 segera tiba. PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan pasokan pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani di Indonesia.

Dalam siaran pers yang diterima ekbisnews.com, stok pupuk tercatat mencapai 1,78 juta ton untuk pupuk bersubsidi dan 873.336 ton pupuk non subsidi. “Jumlah tersebut merupakan stok mulai dari lini 1 hingga lini IV atau di level distributor,” kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana.

Menurutnya, para produsen pupuk anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) telah menyiapkan total stok pupuk bersubsidi yang terdiri dari 955.107 ton Urea, 411.891 ton NPK, 141.372 ton SP-36, 137.721 ton ZA, dan 141.426 ton organik. “Jumlah tersebut melebihi ketentuan stok minimum yang sebesar 273.293 ton,” ujarnya.

 

Pupuk Indonesia juga mengantisipasi kebutuhan petani yang kekurangan atau kehabisan alokasi. “Pupuk Indonesia Group pun menyiapkan stok pupuk non subsidi di kios-kios resmi sebanyak 873.336 ton. Stok pupuk non subsidi juga tersedia mulai dari lini I hingga ke kios-kios pupuk resmi. Tujuannya untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang kebutuhnnya belum tercukupi, dan bagi petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK,” kata Wijaya Laksana.

Lihat Juga  Membangun Ekonomi Hijau di Muba

Selain itu menurut Wijaya, selama masa peralihan penerapan Kartu Tani, Pupuk Indonesia akan berupaya memastikan petani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah meskipun belum memiliki Kartu Tani.

“Produsen dan distributor pupuk tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani, dengan catatan petani tersebut sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK. Pengecualian atau relaksasi tersebut berlaku bagi petani yang belum memiliki Kartu Tani atau bagi daerah dimana kios pupuknya belum memiliki mesin Electronic Data Capture atau EDC. Asalkan terdaftar dalam Kelompok Tani dan e-RDKK, tetap dapat menebus pupuk bersubsidi secara manual,” kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia.

Hal itu berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian tanggal 16 September 2020 kepada Direktur Utama Pupuk Indonesia.

Kementerian Pertanian juga meminta agar para distributor dan kios pupuk lengkap (KPL) ketika menyalurkan pupuk bersubsidi, dapat menyertakan pengisian formulir pembelian yang berisikan data nama petani, NIK, nama kelompok tani dan jenis serta volume pupuk yang dibeli. “Formulir tersebut penting untuk pendataan agar pupuk bersubsidi yang disalurkan betul-betul tepat sasaran dan tidak terjadi duplikasi,” kata Wijaya Laksana.

Lihat Juga  Di Tengah Corona, Harga Emas Meroket ke Rp837 Ribu

Sementara itu untuk realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 20 September 2020 Pupuk Indonesia mencatat telah mencapai 6,28 juta ton. Menurut Wijaya, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai aturan alokasi dan hanya kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian.

Ketentuan tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/ PER/4/ 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari lini I sampai dengan lini IV. Serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020, Juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020.

“Para produsen pupuk pun tidak pernah mengeluarkan aturan yang mengharuskan petani membeli  dengan paket bundling pupuk subsidi dengan nonsubsidi,” ujar Wijaya Laksana.

Editor : Maspril Aries

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close