LifeStyle

Museum Sumsel Sebagai Wahana Edukasi Karakter

Oleh : Maspril Aries
Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi

Mengutip laporan Association of Museums (AMM) menyatakan, bahwa masyarakat menganggap museum merupakan tempat informasi yang paling dipercaya, kemudian baru diikuti oleh informasi dari buku dan berita televisi.Oleh karena itu, peran museum tidak dapat digantikan oleh peranan media lain.

Museum di Indonesia pertama kali diperkenalkan pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pemerintah kolonial pada 24 April 1778 di Batavia mendirikan Bataviaa genotschap van kunstenen wettenschappen yang kemudian menjadi cikal bakal permuseuman di Indonesia. Bataviaa genotschap menyimpan benda-benda arkeologi temuan cendekiawan dan kolektor dari Eropa maupun Indonesia.

Para kolektor tersebut diantaranya, Rademacher kolektor benda numanistik, Osroy dan Flines kolektor benda keramik dan warga pribumi Raden Saleh Sjarif Bustaman yang menyumbangkan lukisannya kepada Batavia genotschap.

Museum Bataviaasch Genootshap kemudian lebih dikenal dengan nama Museum Gajah. Nama tersebut diberikan karena di depan museum tersebut ada sebuah patung gajah. Tahun 1962 pengelolaan Museum Gajah diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan berganti nama menjadi Museum Pusat. Tahun 1979 melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan menjadi Museum Nasional.

Menurut para ahli permuseuman dalam International Council of Museum (ICOM) yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark tahun 1974 merumuskan definisi museum adalah sebuah lembaga yang bersifat permanen, melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak bertujuan mencari keuntungan yang mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan, dan mengkomunikasikan benda-benda pembuktian material manusia dan lingkungannya, untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi.

Dalam “The Definition of the Museum” yang ditulis B.L. Murphy, mendefinisikan museum sebagai suatu organisasi nirlaba yang melakukan kegiatan konservasi, penelitian, penyampaian, dan pameran untuk tujuan pembelajaran, pendidikan, dan rekreasi.

Menurut UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, berupa benda, bangunan, dan/atau struktur yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya atau yang bukan cagar budaya, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Kemudian Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1995 pada Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Museum juga dapat diartikan sebagai suatu badan tetap, tidak tergantung kepada siapa pemiliknya melainkan harus tetap ada. Museum bukan hanya merupakan tempat kesenangan, tetapi juga untuk kepentingan studi dan penelitian. Museum itu terbuka untuk umum dan kehadiran serta fungsi-fungsi museum adalah untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat.

Lihat Juga  Diet Selai Kacang untuk Turunkan Berat Badan, Begini Caranya

Dari tiga definisi di atas ditarik disimpulkan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda yang berhubungan dengan sejarah perkembangan umat manusia, tetapi juga berkewajiban untuk mentransfer nilai-nilai yang terkandung dalam benda koleksinya.

Dari definisi yang ada fungsi museum telah mengalami perkembangan, jika dahulu hanya berfungsi sebagai tempat koleksi dan perawatan koleksi, saat ini museum berfungsi sebagai tempat inspirasi, belajar, dan hiburan bagi masyarakat. Tahun 1999 Direktorat Permuseuman Indonesia menyatakan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan merawat koleksi, tetapi juga mengkaji dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Dalam Jurnal Artefak Vol.7 No.2 September 2020 menyebutkan, dengan fungsi tersebut museum dapat selalu berinteraksi dengan manusia dan lingkungannya, sehingga akan terwujud harmonisasi antara masa lalu (benda koleksi) dengan masa kini (pengunjung). Sebagai tempat belajar atau edukasi museum menjalankan dua peran penting yaitu sebagai sumber edukasi dan sebagai media edukasi bagi pendidikan karakter.

Museum dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, antara lain, Museum swasta yaitu museum yang diselenggarakan dan dikelola oleh swasta. Museum resmi atau juga museum pemerintah yang terdiri dari museum yang dikelola oleh pemerintah pusat disebut museum nasional dan museum yang dikelola pemerintah daerah yaitu museum lokal dalam lingkup tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Kemudian ada Museum lapangan terbuka yang terletak dalam area atau komplek yang luas Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Museum juga dapat dikelompokan berdasarkan jenis koleksinya, yaitu museum khusus seperi Museum Geologi, Museum Seni Rupa, Museum Musik, Museum Teknologi, dan lain sebagainya. Juga dikenal museum berdasarkan jenis bangunan atau arsitekturnya, ada Museum terbuka yang menampilkan  koleksi secara terbuka. Museum tertutup dengan penyajian koleksi dilakukan secara tertutup. Dan Museum dengan kombinasi antar keduanya yang menyajikan koleksi antara museum terbuka dan tertutup. Museum Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk dalam jenis bangunan tertutup dan terbuka.

Fungsi edukasi museum terkait erat dengan keberadaan museum sebagai tempat menyimpan benda-benda peninggalan manusia dan alam yang bernilai luhur. Fungsi edukasi tersebut bisa dilakukan dengan kegiatan edukatif, seperti diskusi, seminar, pemutaran film dokumenter, perpustakaan, kursus-kursus, penambahan koleksi dan penerbitan katalog. Museum memberi edukasi bagi masyarakat awam terkait koleksi dan nilai-nilai luhur dari koleksi yang dimilikinya.

Lihat Juga  Meriahkan Festival Gapura, Gapura Sang Legenda Serunting Sakti Jadi Juara I

Museum dalam menjalankan fungsi edukasi memiliki dua peran penting yaitu sebagai sumber edukasi dan sebagai media edukasi. Sebagai sumber edukasi,  museum menjadi tempat peserta didik memperoleh informasi dan pengetahuan, dan sebagai media edukasi, museum memberikan kemudahan bagi peserta didik menerima sarana pengetahuan dari guru di sekolah.

Mengutip laporan Association of Museums (AMM) menyatakan, bahwa masyarakat menganggap museum merupakan tempat informasi yang paling dipercaya, kemudian baru diikuti oleh informasi dari buku dan berita televisi.Oleh karena itu, peran museum tidak dapat digantikan oleh peranan media lain.

Museum yang ada seperti Museum Negeri Sumatera Selatan selama ini telah berperan strategis dalam peningkatan pengetahuan bagi masyarakat. Peranan museum sebagai fasilitas edukasi menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk membuka pengetahuan dan wawasan secara lebih mudah dikarenakan adanya kebebasan bagi pengunjung untuk menikmati setiap benda yang ditampilkan.

Pendidikan Karakter

Mengutip Sukiman Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan dalam cara pandang, cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak. Oleh karenanya setiap nilai-nilai luhur sesungguhnya merupakan nilai-nilai karakter.

Pendidikan karakter adalah penanaman nilai dari pengenalan nilai-nilai berdasarkan pada norma-norma yang ada, penghayatan akan nilai-nilai tersebut dan sampai terciptanya pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menjalankan fungsi edukasi, museum dapat menjadi sumber edukasi sarana bagi pendidikan karakter. Museum Negeri Sumsel dengan berbagai koleksinya ada saat ini mengandung nilai-nilai utama karakter yang mencakup religius, nasionalis, gotong-royong, integritas, dan mandiri.

Para pengunjung museum khususnya pada pelajar dapat langsung mengamati, membayangkan cara membuatnya, menganalisa, dan menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalam berbagai koleksi yang tersedia sebagai sebuah karya monumental para pendahulu. Seperti koleksi-koleksi dari peninggalan kebesaran Kerajaan Sriwijaya.

Dari berbagai koleksi tersebut dilengkapi dengan penjelasan dari pemandu yang memberikan penjelasan mendalam akan membuat pengunjung atau pelajar dapat memetik pelajaran dari keberadaan benda atau koleksi yang ada di Museum Negeri Sumsel.

Jadi Museum Negeri Sumsel selain menjadi tempat edukasi bagi pelajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan juga dapat menjadi sumber sekaligus media bagi pendidikan karakter. ∎∎

Editor : MA

 

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close