Energi

Muba Menanti Berkah dari Sakakemang

Oleh : Maspril Aries
Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi

Temuan gas Blok Sakakemang akan menambah pendapatan daerah Muba dari dana bagi hasil migas.

Saat membaca berita Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan penemuan gas alam terbesar negara tersebut di Laut Hitam pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 dengan cadangan diperkirakan mencapai 320 miliar meter kubik (11,3 triliun kaki kubik) dan dapat mulai berproduksi pada tahun 2023. Saya pun teringat pada temuan gas di Blok Sakakemang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai salah satu temuan sumber gas terbesar di dunia.

Satu tahun lalu Februari 2019 Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Dwi Soetjipto menyampaikan kepada pers tentang kabar tersebut. Repsol berhasil menemukan cadangan gas ini dari sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) dengan kedalaman 2.430 meter, yang ditajak pada 20 Agustus 2018.

Di Blok Sakakemang Repsol menemukan potensi cadangan gas baru mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF) di wilayah blok migas yang termasuk dalam area giant discovery dan merupakan temuan cadangan gas terbesar keempat di dunia sepanjang 2018-2019. Kini apa kabar perkembangan dari eksplorasi gas di Blok Sakakemang tersebut?

Penemuan potensi gas nomor empat terbesar di dunia tersebut membuktikan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin adalah salah satu sumber gas bumi atau gas alam terbesar di Indonesia, karena di daerah ini juga ada sumber gas Blok Corridor yang sudah berproduksi.

Blok Corridor termasuk dalam enam blok gas raksasa di Indonesia setelah Lapangan gas Abadi di Blok Masela, Proyek Ultra Laut Dalam/Indonesia Deepwater Development (IDD), Train 3-Kilang Tangguh, Jambaran Tiung Biru dan Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau.

Baca juga : http://ekbisnews.com/conocophillips-kembali-ke-corridor-muba-dapat-apa/

Blok Corridor yang kini dikelola ConocoPhillips berdasarkan data SKK Migas, selama Semester I 2018 produksi siap jual (lifting) gas bumi mencapai 841 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari target 810 mmscfd. Blok Corridor selama ini adalah pemasok utama gas ke Singapura dan Jawa Barat. Alex Noerdin saat menjabat Gubernur Sumatera Selatan (2008 – 2013 dan 2013 – 2018) kerap mengatakan, “Gas dari Musi Banyuasin menerangi Singapura.”

Lihat Juga  1000 Ton Sampah Hasilkan Listrik 20 MW, PLN WS2JB Siap Beli Listrik 13 USD Per kWh

Untuk Blok Gas Sakakemang menurut Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto, lokasinya hanya berjarak 60 km dari pipa blok Corridor, jadi gasnya bisa dialirkan ke Jawa dan Singapura. Gas Sakakemang sangat potensial dan memiliki nilai keekonomiannya sangat bagus. Selain pasar dalam negeri, Singapura adalah pasar potensial gas bumi Indonesia yang bisa dikirim melalui pipa bawah laut dan menyebrangi Selat Malaka.

FOTO : Maspril Aries

Seperti dilansir Harian Batam Pos terbitan 28 September 2018 menuliskan judul berita “PGN Pasok 50 Persen Kebutuhan Pembangkit Singapura – Gas Indonesia Terangi Singapura.” Judul tersebut dikutip dari penjelasan Manager Regional Office 4 PT Transgasindo Oddi Jaka Rinaldi yang mengatakan, “Untuk  suplai energi gas kepada pembangkit listriknya, 50 persen gas berasal dari Grissik (Sumatera Selatan) yang mengalir menuju stasiun Pemping.”

Gas Blok Sakakemang berpotensi menerangi Singapura mengingat cadangan gas di sumur Grissik yang dikelola ConocoPhillips menurut Oddi Jaka Rinaldi semakin menipis. Sementara kontrak jual beli gas bumi dengan Singapura tersebut akan berakhir 2023.

Gas dari Blok Sakakemang yang dioperasikan Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration, produksi pertama diperkirakan baru berproduksi pada 2024 atau 2025, dengan perkiraan sumber daya 2 TCF dapat memproduksi sekitar 300 juta kaki kubik per hari (MMCFD) untuk masa sekitar 15 tahun.

Berkah Bagi Muba

Jika kelak berproduksi maka gas dari Blok Sakakemang adalah berkah bagi Indonesia dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Daerah yang dipimpin Bupati Dodi Reza Alex tersebut akan mendapat tambahan pendapatan daerah yang bersumber dari dana bagi hasil migas.

FOTO : Dinas Kominfo Muba

Menurut Dodi Reza Alex, temuan gas Blok Sakakemang tersebut selain akan menambah pendapatan negara untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan tentunya akan menambah pendapatan daerah Muba dari dana bagi hasil migas. “Pendapatan tersebut akan kami manfaatkan untuk pembangunan daerah Musi Banyuasin,” katanya.

Berdasarkan alokasi dana bagi hasil APBN tahun anggaran 2019, Kabupaten Muba memperoleh dana bagi hasil sumber daya alam mencapai Rp1,5 triliun. Sebesar Rp1,432 triliun dan sisanya dari dana bagi hasil minerba, kehutanan dan panas bumi. Dengan adanya tambahan dana bagi hasil migas dari Blok Sakakemang, Bupati Dodi Reza Alex optimis volume APBD Muba ke depan akan meningkat yang dalam waktu 10 – 15 tahun bisa mencapai Rp7 triliun dari APBD saat ini sekitar Rp3,7 triliun.

Lihat Juga  Bupati Muba Bantu 1.000 Ustaz dan Ustazah Rp600.000/ Bulan

Temuan potensi gas Blok Sakakemang tersebut menurut bupati peraih gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai bukti bahwa kekayaan sumber daya alam di Muba luar biasa yang patut kami syukuri dan kami minta ke depannya hasil pengelolaan ini harus memberikan kontribusi positif bagi warga Muba, bisa menekan angka kemiskinan, menopang pembangunan infrastruktur dan meningkatkan jangkauan listrik ke daerah terpencil.

Kini harapan Pemerintah Kabupaten Muba meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menikmati hasil dan manfaat dari Blok Sakakemang bersandar pada Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration untuk segera memproduksi gas dari blok tersebut.

Repsol sebagai kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang menjadi pemegang saham terbesar di Blok Sakakemang adalah perusahaan migas asal Spanyol yang sudah lebih dari 15 tahun beroperasi di Indonesia dengan memproduksi dan mendistribusikan pelumas di Indonesia. Di Sumatera Selatan perusahaan ini juga terlibat dalam Production Sharing Contrac  (PSC) pada Blok Corridor, Ogan Komering dan Jambi Merang.

Sama seperti halnya dengan temuan gas di Turki, menurut Tayyip Erdogan akan mengubah ketergantungan impor energi Turki terhadap Rusia, Iran dan Azerbaijan. Menurut Erdogan, Turki bertekad untuk menjadi eksportir energi. Maka temuan potensi gas Blok Sakakemang menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjadi pemicu semangat dalam melakukan eksplorasi hulu migas yang lebih masif di Indonesia.

Bagi Indonesia gas bumi kini telah menjadi salah satu sumber energi memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan pembangunan nasional. Selama dekade terakhir, peranan gas bumi mulai menggeser peranan BBM sebagai sumber energi karena selain lebih murah juga ramah lingkungan. Pemanfaatan gas bumi di Indonesia meliputi sektor pembangkit listrik 52 persen, sektor industri pupuk 12 persen, serta sektor industri dan sektor lainnya 36 persen.

Editor : Maspril Aries

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close