Traveling

Bunga Sakura Mekar di Kastil Himeji

Oleh : Maspril Aries
Wartawan Utama/ Penggiat Kaki Bukit Literasi

Himeji saat ini dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan muslim.

Musim dingin sudah berlalu, saatnya musim semi tiba. Berada di Jepang pada musim semi berarti itu adalah saat yang tepat menyaksikan pohon sakura berbunga. Bunganya bermekaran dengan indah. Musim semi itu rentang waktunya, ya antara bulan Maret – Juni.

Jepang itu negara kepulauan yang memiliki panorama alam nan sangat indah dan aneka budaya serta adat-istiadat yang khas. Jepang yang kerap disebut negeri matahari terbit memiliki empat musim, yakni musim panas (Natsu), musim gugur (Aki), musim dingin (Fuyu), dan musim semi (Haru).

Pada musim semi bunga sakura mulai bermekaran. Pada pertengahan bulan Maret sampai akhir bulan April orang Jepang menyebutnya musim Hanami. Sakura mulai bermunculan dari ranting-ranting pohon yang tak berdaun, kemudian muncul kuncup-kuncup bunga. Kuncup-kuncup bunga ini mekar hampir bersamaan.

Setelah mekar bunga sakura hanya dapat bertahan paling lama sepekan atau sering disebut dengan kiasan “tujuh hari bunga sakura.” Setelah mekar dengan sempurna, kemudian satu persatu kelopak-kelopak bunganya berguguran dan berganti munculnya daun-daun berwarna hijau di ranting-rantingnya.

Untuk bisa menyaksikan keindahan bunga sakura bisa dijumpai di banyak tempat di Jepang. Salah satu tempat menjadi pilihan adalah mekarnya bunga sakura di komplek istana Himeji atau juga kerap disebut kastil Himeji. Kenapa harus ke sana? Ya karena di sini ada taman bunga sakura yang luas dan menjadi tujuan kunjungan bukan hanya para wisatawan mancanegara, tapi warga Jepang juga memilih datang ke sini saat sakura berbunga.

Berkunjung ke Himeji bisa dari Tokyo, namun lebih jika berkunjung dari Osaka karena jaraknya yang lebih dekat. Perjalanan menuju Himeji kali memilih moda transportasi kereta. Bermodal tiket kereta terusan JR Pass yang dibeli sejak di Indonesia, perjalanan dari stasiun Shin Osaka dengan kereta api bisa ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit sudah tiba di stasiun Himeji.

Tujuan pertama banyak wisatawan setiba di Himeji adalah adalah kastil Himeji. Apa lagi jika berkunjung pada musim semi saat sakura tengah berbunga. Dari stasiun ke kastil, pilihan yang tepat adalah dengan berjalan kaki menyusuri trotoar kota Himeji yang lebar, bersih dan nyaman memanjakan pejalan kaki dengan udara yang sejuk dingin, suhu saat itu 14 derajat celcius. Berjalan kaki dengan santai sekitar 15 menit sudah tiba di gerbang istana.

Kota Himeji di kejauhan tampak Kastil Himeji

Dari kejauhan bangunan istana berwarna putih dengan atap yang bertingkat sudah terlihat. Di gerbang istana sudah disambut dengan sakura yang mulai berbunga. Kastil Himeji berada di jantung kota Himeji, kota yang berada di bawah Prefektur Hyogo adalah destinasi wisata favorit bagi siapa pun yang datang ke sini. Setelah dari sini bisa dilanjutkan berkunjung ke destinasi lainnya.

Lihat Juga  AS, Jepang dan Indonesia Bahas Potensi LNG

Kastil Himeji atau dikenal juga sebagai Kastil White Heron (Shirasagijo), adalah kastil yang memiliki nilai sejarah di Jepang dan masuk ke dalam daftar warisan kekayaan nasional Jepang. Tahun 1993 Unesco memasukkan kastil Himeji ke dalam daftar Situs Warisan Dunia, masuk sebagai kategori obyek wisata budaya.

Masuk ke komplek Kastil Himeji sebelum melewati gerbangnya harus menyebrangi sebuah jembatan. Dari luar gerbang istana sudah terlihat rimbunnya bunga Sakura yang mengelilingi kastil yang berada di sebuah ketinggian. Setelah melewati pintu gerbang terlihat sebuah lapangan atau plaza yang disebut plaza San no Maru dengan dikelilingi pohon bunga sakura warna putih yang tengah mekar. Menyusuri jalan menuju kastil di kiri-kanan jalan ditutup oleh putihnya bunga sakura.

Kastil Himeji dibangun pertama kali tahun 1346 pada zaman Istana Utara – Istana Selatan oleh putera shogun Akamatsu Norimura (Enshin) yang bernama Akamatsu Sadanori di lokasi gunung Hime yang terdapat di sebelah utara kota Himeji. Awalnya istana yang dibangun berukuran kecil. Kemudian bangunan dalam skala besar yang bisa disebut sebagai “kastil” mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Kuroda Shigetaka dari klan Kodera yang berkuasa di daerah dataran rendah Harima.

Kastil Himeji menurut ceritanya kerap luput dari bahaya api, perang dan gempa bumi, kastil ini juga tak pernah jatuh ke tangan musuh. Di kawasan ini masih berdiri menara utama dan bangunan-bangunan kastil lainnya masih banyak yang tersisa. Pemerintah Jepang menetapkan delapan bangunan, antara lain menara utama, menara kecil, dan Watari-yagura yang ada di dalam komplek istana sebagai warisan kekayaan negara. Ada total 74 bangunan di dalam kompleks istana, terdiri dari 27 bangunan Yagura/Watari-yagura, 15 bangunan pintu gerbang, 32 bangunan tembok.

Selain menikmati keindahan sakura, mereka yang datang juga bisa masuk ke dalam kastil dengan membayar tiket masuk untuk orang dewasa 1.000 Yen dan 300 Yen untuk anak. Di dalam kastil yang terbuat dari kayu yang kokoh wisatawan bisa mencapai puncak kastil dengan menaiki tangga kayu ke lantai enam. Tidak ada lift atau eskalator di sini. Di puncak kastil bisa melihat kota Himeji dari ketinggian.

Setelah puas berkeliling komplek istana Himeji dengan keindahan bunga Sakura perjalanan bisa dilanjutkan menuju destinasi lainnya. Destinasi yang ada di Himeji bisa dijangkau dengan transportasi sepeda. Sepeda bisa disewa di stasiun sepeda Harima yang berlokasi di terminal bus Shinki yang berada satu kawasan dengan stasiun Himeji. Bagi wisatawan yang ingin menyewa sepeda cukup dengan menunjukan paspor. Sewa sepedanya gratis. Setelah menggunakan sepeda seharian, sepeda harus dikembalikan ke stasiun sepeda.

Lihat Juga  Cap Go Meh, Potong Kambing Hitam di Pulau Kemaro
Trotoar Himeji yang lebar dan nyaman untuk pejalan kaki

Dari Kastil Himeji perjalanan bisa menuju ke beberapa destinasi wisata yang ada. Seperti ke Kuil Engyoji yang berada di Gunung Shosha. Butuh waktu sekitar 30 menit dengan bus untuk tiba di kuli yang pernah menjadi lokasi pembuatan film “The Last Samurai.” Untuk sampai ke Kuil Engyoji yang berada di ketinggian harus naik kereta gantung lalu dilanjutkan berjalan kaki sekitar sekitar 20 menit.

Lalu ada juga Taman Koko-en yang tak jauh dari stasiun Himeji bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Di taman ini pengunjung akan dijamu dengan seremoni minum teh. Di taman ini ada rumah tinggal keluarga bangsawan Nishi yang dihiasi air terjun, aneka tanaman dan bunga diantaranya bunga sakura.

Juga ada destinasi lainnya, Rumah Monster Kappa. Monster Kappa ada dalam cerita rakyat setempat. Dalam ceritanya, monster ini menyerang dan menangkap anak-anak nakal. Namun kemudian monster ini menyesal karena tidak ada lagi anak-anak bermain. Rumah monster ini bisa dijangkau dengan menggunakan bus sekitar 20-30 menit.

Jika ingin membeli suvenir atau tanda mata bisa mendatangi Toko Bansankan. Toko ini menjual berbagai produk kerajinan lokal di Himeji.  Ada berbagai jenis suvenir yang dijual, seperti ada sumpit dari besi.

Himeji saat ini dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan muslim. Sejak 2018 Pemerintah daerah setempat sudah berkampanye dan mempromosikan wisata halal. Himeji mengincar wisatawan muslim dari Indonesia dan Malaysia. Untuk urusan kuliner, di kota ini banyak dijumpai restoran halal. Restoran di kota ini memasang tulisan Muslim Friendly dan “Halal” di depan pintu masuk. Juga ada foto-foto makanan halal yang ditawarkan. Jika ragu bisa ditanya kepada pelayan restoran apakah menu makanan yang disajikan halal atau tidak?

Selain restoran halal di beberapa tempat juga tersedia musala untuk salat. Seperti  di gedung Shinki, selain ada restoran halal juga ada musala berukuran sekitar 3×4 meter yang dilengkapi dengan Alquran dan perlengkapan salat bagi perempuan berupa mukena. Untuk tempat salat, di Himeji sangat mudah ditemukan. Ruang salat pertama dibangun berada dalam Harima Cycle Station yang terletak tepat di depan stasiun JR Himeji. ∎

 

Editor : MA

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close