LifeStyle

Tempoyak dan Tanjak Masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia

EkbisNews.com, Jakarta — Dua warisan budaya khas Palembang yaitu tempoyak dan tanjak masuk dalam warisan budaya takbenda Indonesia. Pada malam apresiasi penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan daftar 267 WBTb 2019 tempoyak dan tanjak termasuk di dalamnya.

Atas penetapan tempoyak dan tanjak sebagai warisan budaya takbenda, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengharapkan dengan masuknya tanjak dan tempoyak sebagai warisan budaya bisa menjadi gerbang utama untuk menyusul warisan budaya lainnya seperti kue maksuba dan lainnya.

“Untuk penetapan warisan budaya lainnya, kepada dinas terkait untuk segerah didaftarkan atau dipatenkan guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Fitrianti Agustinda, Rabu (9/10).

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Zanariah akan segera menindaklanjuti intruksi Wakil Wali Kota Palembang, untuk 2020 akan mendaftarkan serta akan mendata kembali warisan budaya Kota Palembang.

Lihat Juga  Pramuka Muba Lawan Konten Negatif Medsos

Khusus Provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan Datat Statistik Kebudayaan 2019 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2013 – 2018 telah menetapkan 24 warisan budaya takbenda dari 1.086 karya budaya sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada malam apresiasi penetapan Warisan Budaya Takbenda 2019 sebagai rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional, penetapan WBTb 2019 bukan hanya merupakan amanat Undang-Undang Dasar tetapi juga merupakan komitmen kita sebagai warga dunia dalam rangka menyelenggarakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, maka komitmen pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan pemanfaatan kebudayaan nasional, juga harus dimiliki oleh pemerintah daerah,” kata Mendikbud.

Lihat Juga  Ada Rainbow Garden di Lalan Muba

Pemberian status budaya takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia diberikan berdasarkan rekomendasi tim ahli yang meliputi lima domain sesuai dengan Konvensi UNESCO tahun 2003 tentang Safeguarding of Intangible Cultural Heritage yang sudah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 2007 melalui Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2007 tentang Pengesahan Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.

Pertama, tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda. Kedua, seni pertunjukan. Ketiga, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan. Keempat, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, dan kelima, kemahiran kerajinan tradisional.

Editor : Maspril Aries

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker